Sunday, 21/1/2018 | 4:41 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

4 Tips Menghindari Bahaya saat Berhenti di Bahu Jalan

4 Tips Menghindari Bahaya saat Berhenti di Bahu Jalan

Otolibs.com – Indonesia merupakan negara yang mayoritas orangnya kerap melanggar rambu-rambu jalan. Hal ini biasanya dikarenakan jarak antara lokasi tujuan dengan tempat parkir yang jauh, kurang memahami rambu-rambu hingga malas untuk memarkirkan pada tempatnya.

Akan tetapi, saat ini pemerintah dan aparat kepolisian telah sangat tegas didalam mengurangi permasalahan ini, salah satunya dengan denda atau menghukum pelaku yang melanggar aturan.

Lain halnya jika Anda berhenti dibahu jalan saat kondisi darurat karena hal ini memang diijinkan, yaitu dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1990 yang berbunyi bahu jalan hanya diperuntukkan untuk mereka para pengendara mobil pribadi, mobil derek, ambulans maupun mobil yang berhenti saat keadaan darurat misal mogok.

Akan tetapi, saat berhenti di bahu jalan kita wajib memperhatikan beberapa hal serta waspada akan kendaraan lain yang melintas khususnya para pengguna bahu jalan yang mendahului. Oleh karena itu berikut ulasan lengkapnya agar dijadikan referensi untuk Anda.

4 Tips Menghindari Bahaya saat Berhenti di Bahu Jalan

Pastikan Posisi Mobil berada di Setengah Badan Area Rumput

Saat kita berhenti di bahu jalan maka pastikan posisi mobil Anda berada di setengah badan area rumput atau setengah badan dari bahu jalan tersebut.Hal ini bertujuan agar Anda lebih aman. Namun, alangkah baiknya jika bisa memposisikan mobil pada rumput sepenuhnya.

Memasang Segitiga Pengaman di Belakang Mobil

Cara yang kerap dilakukan orang-orang saat berhenti di bahu jalan adalah dengan memasangkan segitiga pengaman di belakang mobil dengan jarak minimal 25 meter atau lebih dekat dengan tujuan agar memberikan tanda pada pengendara yang lewat bahwa di tempat ini terdapat kendaraan yang mengalami mogok atau darurat.

Saat Mogok Jangan Mencoba Memperbaikinya Sendiri

Meskipun Anda orang yang ahli didalam melakukan perbaikan kendaraan sendiri, namun saat Anda berhenti di bahu jalan sebaiknya meminta bantuan lain.Misal mobil patroli, hal ini bertujuan untuk menghindari risiko tabrakan dari arah belakang.

Tetap Kendarai Mobil di Bahu Jalan

Setelah dilakukannya perbaikan dan mobil Anda telah pulih maka sebaiknya tetap mengendarai kendaraan di bahu jalan dengan kecepatan 60 km/jam, baru setelah itu Anda bisa langsung masuk menuju jalur utama tol.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *