Monday, 21/5/2018 | 9:17 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

4 Penyebab Utama Kematian pada Mesin Mobil

4 Penyebab Utama Kematian pada Mesin Mobil

Otolibs.com – Kerusakan pada mesin mobil tentu tidaklah diinginkan bagi mereka para pemilik kendaraan. Mesin mobil diibaratkan sebuah jantung pada manusia, saat mesin mobil mati otomatis kendaraan juga tidak dapat berfungsi dengan maksimal. Perlu diketahui beberapa kerusakan mesin yang bisa berakibat fatal pada kendaraan hanya dalam sekejap.

Hal ini pastinya bisa membuat kita harus merogoh kocek lebih besar untuk membeli spare part atau membayar biaya ongkos mekanik. Untuk itu, ada baiknya Anda mengetahui atau mendeteksi secara dini beberapa jenis kerusakan beserta tindakan prefentifnya.

4 Penyebab Utama Kematian pada Mesin Mobil

Terjadi Bentururan pada Timing Belt

Timing Belt berfungsi untuk menyelaraskan antara putaran kruk as dan katup agar keduanya tidak saling berbenturan. Jika keduanya saling berbenturan dan putus otomatis bisa berakibat fatal.

Hal ini mengakibatkan kerusakan parah lantaran piston menumpuk katub saat posisi dalam keadaan terbuka. Dengan demikian saat putaran mesin tinggi tidak menutup kemungkinan jika blok mesin menjadi pecah. Solusi untuk menghindari hal ini adalah dengan mengganti timing belt secara berkala kurang lebih saat telah mencapai 25-30 ribu kilometer.

Knocking pada Mesin Turbocharger

Tekanan tinggi yang berada diruang bakar sebuah mesin dengan dilengkapi alat pemasok udara secara paksa seperti supercharger atau turbocharger tentu membuat beban piston jadi sangat tinggi.

Hal inilah yang menyebabkan piston menjadi rusak seketika. Langkah yang dapat Anda tempuh dengan menggunakan bahan bakar yang memiliki kadar oktan minimal 95 serta pantau cooling system secara rutin termasuk komponen pendukung seperti thermoswitch dan elektrik.

Water Hammer

Water hammer merupakan salah satu permasalahan yang kerap terjadi dan paling fatal untuk mesin mobil. Air tergolong lebih padat dari udara, ketika air memenuhi ruang bakar otomatis tidak dapat menekan langkah kompresi. Dengan demikian katub tertutup sementara tekanan air menghancurkan komponen ruang bakar seperti piston. Solusi yang bisa dicoba yaitu dengan mengetahui saluran masuk di udara mobil sebelum melewati genangan air.

Overheat

Ketika mesin beroperasi tidak sesuai dengan batas suhu kerjanya tentu kerusakan pada komponen sudah pasti terjadi. Untuk itu Anda harus senantiasa melakukan pemeriksaan cooling sistem dengan jumlah oli mesin secara rutin.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *