Tuesday, 22/5/2018 | 4:14 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Alasan Angin Ban Serep Harus Lebih Tinggi dari Standar

6. Alasan Angin Ban Serep Harus Lebih Tinggi dari Standar

Otolibs.com – Biasanya kendaraan roda empat memiliki ban serep atau ban cadangan. Berbeda dari sepeda motor yang tidak memiliki ban serep. Hal ini bertujuan untuk dipakai saat salah satu ban kempis dan mobil berada jauh dari bengkel atau tempat tambal ban.

Peletakkan  ban serep mobil biasanya berada di posisi khusus, seperti di bagasi, kolong mobil, atau bisa juga digantung di belakang mobil. Dikarenakan ban serep diletakkan berpisah dengan ban lainnya menjadikan pemilik mobil sering mengabaikan kondisinya. Sebaiknya pengecekkan terhadap tekanan angin yang dimiliki ban mobil serep dilakukan setiap tiga bulan sekali, hal ini dimaksudkan agar kondisi ban serep tetap siap dipakai jika menjumpai kondisi darurat.

Ukuran Tekanan Angin yang Tepat pada Ban Serep

Ukuran Tekanan Angin

Ukuran tekanan angin yang dimiliki oleh ban serep sebaiknya diisi dengan ukuran yang lebih tinggi dari ukuran standar ban atau ukuran tekanan angin pada empat ban utama. Ban juga harus diletakkan pada tempat yang aman agar tidak mudah rusak, selain itu, letakkan ban pada tempat yang mudah dijangkau jika suatu ketika dibutuhkan.

Adapun penambahan tekanan angin yang lebih tinggi dari ukuran standar dimaksudkan agar posisi ban serep yang tidak sering terlihat oleh pengemudi bisa dalam kondisi yang stabil. Maksudnya ketika kondisi tekanan angin pada ban serep lebih tinggi dapat mengurangi kemungkinan resiko bocor halus pada ban serep serta kemungkinan kempis juga lebih lama.

Ketepatan Ukuran Angin

Ukuran tekanan angin yang baik pada ban serep antara 4 sampai 5 psi dari ukuran standar tekanan ban utama. Ketika seorang pengendara mobil tidak membawa ban serep sebenarnya telah melanggar aturan berkendara yang ada di Indonesia. Adapun aturan ban serep dalam berlalulintas tertuang dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Jika seorang pengendara mobil diketahui melanggar aturan tersebut, yakni mengemudi tanpa membawa ban serep bisa mendapatkan sanksi hukum berupa kurungan di dalam penjara selama satu bulan atau membayar denda maksimal Rp250 ribu. Sebenarnya penetapan aturan ini dimaksudkan agar setiap pengendara merasa aman berkendara ketika membawa ban serep. Sehingga jika terjadi kebocoran atau ban pecah dimana-mana dapat segera diganti.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *