Monday, 16/7/2018 | 8:55 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Polisi Himbau Masyarakat Mudik Dengan Transportasi Umum

Masyarakat Mudik

Otolibs.com – Lebaran dan mudik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Apa lagi mudik sudah merupakan tradisi tahunan bagi penduduk Indonesia.Setiap tahunnya ratusan ribu pemudik memenuhi berbagai moda transportasi dan bersaing di jalan untuk dapat sampai di tempat tujuan yaitu kampung halaman.

Biasanya jauh sebelum lebaran pun semua tiket kendaraan umum sudah ludes terjual. Hal ini yang menyebabkan banyak orang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang kampung. Selain mobil, kendaraan yang paling banyak dipakai pemudik adalah sepeda motor.

Padatnya Jalur Mudik Sebabkan Kecelakaan

Larangan Menggunakan Sepeda Motor

Penyebab sepeda motor sebenarnya tidak disarankan sebagai alat transportasi untuk mudik dikarenakan jarak tempuh maksimalnya yang hanya boleh sekitar 40 sampai 50 kilometer. Jarak tersebut diasumsikan untuk kendaraan baru dan yang laik jalan.

Jika digunakan lebih dari jarak tersebut maka performa dari kendaraan akan berkurang. Ditambah dengan keadaan jalur mudik yang dipastikan padat, juga dengan kondisi pengendara yang rawan capek, maka kecelakaan bisa saja tidak terhindarkan. Apa lagi menurut data, pengendara sepeda motor menduduki peringkat tertinggi penyebab kecelakaan selama mudik.

Pihak kepolisian juga menyarankan agar pemudik mengikuti program mudik gratis yang sudah banyak diselenggarakan oleh baik pemerintah maupun swasta. Hal ini tentunya selain memudahkan pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor, juga diperuntukkan mengurangi kepadatan jalur mudik.

Aturan Mudik Dengan Sepeda Motor

Walaupun sudah seringkali dihimbau, tetapi masih banyak masyarakat yang tetap nekat menggunakan sepeda motor untuk mudik dengan berbagai alasan. Untuk menyikapi hal ini pihak kepolisian memberikan pengamanan ekstra serta menerapkan beberapa aturan yang wajib dipenuhi.

Aturan tersebut meliputi aturan lebar muatan yang tidak boleh melebihi stang kemudi, tinggi maksimal muatan dari atas tempat duduk pengemudi adalah 900 mm dan penempatan barang muatan yang harus diletakkan di belakang. Semua peraturan tersebut tertuang di dalam PP Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan (PP No. 74/2014) pasal 10 ayat 4.

Dengan mematuhi peraturan tentang muatan yang dibawa selama mudik, memperhatikan rambu-rambu lalu lintas, berkendara dengan aman serta beristirahat jika lelah akan sangat membantu agar perjalanan mudik lebih menyenangkan dan dapat selamat sampai tujuan.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *