Thursday, 19/7/2018 | 9:13 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Begini Cara Menyetel Kekencangan Rantai dengan Bearing

6. Begini Cara Menyetel Kekencangan Rantai dengan Bearing

 

Otolibs.com – Kebanyakan orang mengenal bearing atau biasa disebut laher yang biasanya digunakan untuk roda ataupun bagian motor lainnya yang harus berputar. Bearing atau laher ini berbeda dengan ball bearing yang merupakan bagian tengah bearing yang bisa berbelok-belok.

Cara Menyetel Kekencangan Rantai

Dengan Bearing

Untuk ball bearing jarang ditemui pada bengkel-bengkel umum atau bengkel motor merek tersebut. Sehingga Anda bisa menggunakan laher jenis biasa yang sangat mudah ditemui pada bengkel-bengkel umum.

Ketika Anda mengalami masalah berkaitan dengan setelan rantai roda belakang ada beberapa hal yang menyebabkannya. Bisa disebabkan oleh plat penahan mur setelan rantai yang hilang, mur yang kurang kencang atau ketika digunakan berkendara mur tersebut lepas diikuti dengan besi penahannya.

Langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah dengan mencari laher bekas. Bisa didapatkan di bengkel tukang tambal ban. Jika sudah menemukan laher bekas bisa dimasukkan pada baut setelan rantai kemudian kencangkan dengan kuat menggunakan mur drat 12 mm. Namun, langkah ini hanya bersifat sementara sampai Anda bisa menemukan bengkel umum.

Setting Kekencangan Rantai

Mungkin bagi beberapa orang melakukan setting pada rantai motor merupakan pekerjaan yang terlihat mudah. Terlebih lagi jika Anda terbiasa menyerahkan semua tugas pada orang yang ada di bengkel. Namun, yang sebenarnya proses setting rantai motor ini tidak semudah apa yang dilihat.

Ketika sedang melakukan setting pada rantai motor, terdapat beberapa hal yang tidak boleh dilupakan. Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah persoalan kendur dan kencangnya rantai. Lalu Anda juga harus memperhatikan kelurusan roda depan dengan roda belakang. Hal ini dimaksudkan untuk bisa menghindari resiko yang tidak diinginkan.

Jika Anda akan mengencangkan rantai motor, maka longgarkan semua baut penjepit rantai, baut pengatur ketegangan rantai, baut as roda belakang, baut No. 17, dan baut No.10. Kemudian guncangkan roda belakang hingga indikator kelurusan roda belakang dapat terlihat dan memiliki posisi yang sama dengan roda depan. Pastikan juga bahwa garis indikator sebelah kiri dan kanan berada pada posisi yang sama.

Kemudian kencangkan baut penjepit rantai secara perlahan namun tidak boleh terlalu kencang. Ketegangan roda belakang dapat diatur dengan mengatur baut No.10. Lalu kencangkan semua baut.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *