Sunday, 21/1/2018 | 4:36 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Motor Berknalpot Bising Tidak Boleh Masuk SPBU

39. Motor Berknalpot Bising Tidak Boleh Masuk SPBU

Otolibs.com – Jika Anda berencana untuk mengganti knalpot standar menjadi knalpot bisingsebaiknya harus berpikir ulang. Kemungkinan besarke depannya, motor dengan knalpot tidak standar, tidak diperbolehkan mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).Hal ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya kasus kebakaran di SPBU yang akhir-akhir ini sering terjadi. Selain karena pengisian BBM menggunakan jerigen, salah satu yang hangat adalah kebakaran akibat masalah knalpot racing sepeda motor yang digunakan salah satu konsumen di SPBU Pertamina yang berada di Salatiga, Jawa Tengah.

Langkah Pertamina untuk menerapkan aturan tidak diperbolehkan knalpot bising mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, bukan tanpa alasan. Karena Pertamina menilai dengan menggunakan knalpot bukan standar, menimbulkan percikan api, yang bisa menyebabkan kebakaran di SPBU. Hal itu sudah terjadi di Salatiga. Kebakaran dipicu percikan api yang keluar dari knalpot modifikasi motor konsumen. Api menyambar truk yang sedang mengisi bahan bakar, kemudian membesar dan menyebar.

Pertamina menganggap kendaraan dengan knalpot bising berbahaya jika mengisi bahan bakar di SPBU. Beberapa SPBU sudah mulai menolak mengisi kendaraan dengan knalpot bising.

Dari kejadian tersebut, PT Pertamina saat ini mulai bergerak aktif dalam menjaga keselamatan pelanggannya. Pihak Pertamina bersama penyelenggara SPBU memilih melakukan tindak pencegahanberupa imbauan, bukan sampai tidak boleh mengisi BBM. Kewaspadaan dari petugas SPBU mulai ditingkatkan demi mencegah adanya kasus kebakaran lainnya.

Petugas memberikan imbauan kalau ada konsumen yang mengisi dengan kondisi knalpot tidak standar. Caranya pengendara motor akan diminta mematikan mesin dan setelah mengisi dilarang menghidupkan motor di dekat dispenser.

Peningkatan kewaspadaan bukan hanya untuk knalpot bising, selain itu SPBU juga tidak melayani pengisian bahan bakar ketika kondisi kendaraan menyala. Hal itu juga untuk keselamatan.

Terkait kebijakan ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung rencana PT Pertamina (Persero) tidak melayani kendaraan yang menggunakan knalpot tidak standar saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Keputusan ini disetujui oleh Ketua Harian YLKI Tulus Abadi. ā€ˇPertamina boleh melarang konsumen mengisi BBM di SPBU, jika membahayakan keselamatan. Hal tersebut sama seperti melarang merokok dan menggunakan telepon seluler (ponsel) saat mengisi BBM di SPBU.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *