Monday, 21/5/2018 | 11:16 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Driver Penyandang Difabel Ini Tetap Semangat Meski Sempat Jatuh

Driver Penyandang Difabel Ini Tetap Semangat Meski Sempat Jatuh

Otolibs.com – Walaupun difabel namun Dede Atmo Pernoto tidak patah semangat. Pria yang dengan nama Dede Yusuf ini jadi driver ojek online di daerah Tegal, Jawa Tengah. Untuk narik ojek online, Dede memakai motor roda tiga.

Jauh sebelum jadi driver ojek online, Dede telah lama mengendarai motor roda tiga sendiri. Terlebih, pengalaman pahit pernah ia alami.

“Memang pengalaman itu pun saya alami ketika saya pas lagi jalan kesenggol sepeda motor yang bawa keranjang ayam. Setang (motor) saya kesenggol, akhirnya saya terguling sampai luka di wajah. Tapi pun itu bukan patah semangat. Malah itu menjadikan saya lebih berhati-hati lagi di jalan,” cerita Dede.

Saat itu, keluarga amat mengkhawatirkan Dede. Bahkan terdapat yang sampai menangis dan berharap Dede tak menunggangi motor kembali.

“Tapi saya berpikir, kalau saya nggak ke mana-mana lagi nanti saya terisolasi, nggak bisa melihat dunia luar. Akhirnya saya meyakinkan kepada keluarga bahwa saya akan baik-baik saja, dan saya akan berhati-hati di jalan,” kata Dede.

Tapi itu kejadian dulu, jauh sebelum Dede jadi driver ojek online. Saat ini, Dede telah mengantongi SIM D. Dede pun dipilih jadi pelopor keselamatan berkendara oleh Polres Tegal di Slawi.

“Di situ saya dan teman-teman lain mendapat pelatihan untuk persyaratan permohonan membuat SIM D. Di situ akhirnya kami ditunjuk oleh pihak Polres Tegal di Slawi menjadi pelopor keselamatan berkendara sepeda motor. Saya juga ada pembinaan-pembinaan bagaimana berkendara di jalan,” ucap Dede.

Sebagai pelopor keselamatan berkendara, Dede mempunyai peranan untuk untuk memfasilitasi rekan-rekan difabel yang masih belum memiliki SIM. Bersama Dede,  difabel lain yang belum punya SIM D akan saling berbagi.

“Kami arahkan ke Polres sampai punya SIM D dengan mengikuti semua proses sampai halang rintang (ujian prakrtik). Kalau tidak ada pelatihan takutnya teman-teman difabel asal-asalan di jalan, jadi ada pelatihan tersebut, itu yang membuat kami bisa tahu bagaimana cara pengguna di jalan, rambu-rambu dan sebagainya,” ucap Dede.

Selama jadi driver ojek online, Dede selalu menyelesaikan order-ordernya. Saat berhadapan dengan ojek online pun dijadikan Dede sebagai sebuah pengalaman.

“Itu pengalaman buat saya dan buat masyarakat bahwa saya bisa untuk mengantarkan sampai dengan selesai. Saya buktikan ketika menerima orderan lagi dan sampai selesai, dan respons positif dari masyarakat pun banyak,” ucap Dede. (

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *