Saturday, 21/4/2018 | 9:24 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Tahun 2017 Jadi Tahun Terburuk Untuk Red Bull Racing

Tahun 2017 Jadi Tahun Terburuk Untuk Red Bull Racing

 

 

Otolibs.com – Red Bull Racing menganggap Musim 2017 jadi tahun terburuk yang pernah dialami sejak tahun 2006. Bukan mengenai prestasi di lintasan, tapi yang dimaksud adalah pada hal reliabilitas mobil.

Daniel Ricciardo & Max Verstappen beberapa kali telah melepaskan kesempatan untuk meraih hasil yang apik, bahkan kemenangan cuma karena daya tahan mobil yang kurang baik di beberapa seri.

Bukannya tak mungkin bagi Christian Horner, bos tim Red Bull, bahwa skuatnya bakal mampu untuk meraih lebih dari tiga kemenangan sepanjang musim.

“Soal reliabilitas, reliabilitas mesin, ini mungkin tahun yang terburuk kami alami sejak 2006. Mitra mesin kami bekerja keras untuk mengatasi itu selama musim dingin. Mereka membutuhkannya untuk tim mereka sendiri juga,” kata Horner mengenai mesin Renault yang dipakai.

“Semoga nanti kami bisa sama-sama serius menantang Ferrari dan Mercedes, yang juga tidak akan tinggal diam tentunya di tahun depan.”

Reliabilitas mesin Renault lemah semenjak awal musim 2017, spesialnya pada mobil Verstappen yang dalam 12 seri pertama ia telah gagal untuk finis sebanyak 6 kali. Memasuki patuh kedua, Red Bull telah berubah jadi mesin yang lebih kompetitif, bahkan  mampu untuk imbangi Ferrari.

Horner menganggap kecepatan Red Bull pada 2017 telah lama ketika kualifikasi, yang masih susah untuk tandingi kecepatan Ferrari dan Mercedes.  padahal ketika balapan, Red Bull cukup dapat untuk jadi penantang serius.

Horner menuturkan: “Kami melihat sedikit konvergensi saat hari balapan namun masih di kualifikasi, dengan mode dan potensi penggunaan oli dan sebagainya, maih cukup pasti,”

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *