Thursday, 19/7/2018 | 12:05 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Cara Manual Mendeteksi Kerusakan Sistem Injeksi Mobil

Cara Manual Mendeteksi Kerusakan Sistem Injeksi Mobil

Sistem injeksi merupakan sistem yang terdapat pada mobil injeksi sebagai pengolah bahan bakar dengan pemakaian sistem pengontrol elektronik. Penggunaa sistem injeksi pada mobil bermanfaat agar gas buang dari hasil kinerja mesin mobil lebih bersih, dan tentu saja lebih ramah lingkungan. Meski demikian, sistem injeksi ini bisa mengalami masalah yang bisa diketahui dengan cara manual mendeteksi kerusakan sistem injeksi mobil.

Dengan cara manual mendeteksi kerusakan sistem injeksi mobil bisa dilakukan dengan menjumper mobil pada bagian DLC (Diagnostic Link Connector) dan OBD (On Board Diagnostic). Cara ini merupakan salah satu metode paling sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menentukan bagian mana pada sistem injeksi yang menagalami kerusakan. Selain itu, masih terdapat beberapa cara lain di bawah ini yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kerusakan yang terjaddi pada sistem injeksi:

  1. Menggunakan Diagnostic Normal Mode (DNM)

Dengan melakukan cara ini, Anda harus menjumper diagnostic box dengan melihat bagian stiker yang tertempel pada DLC. Pasanglah kabel pada kode TE1 dan E1. Pada saat mendeteksi dengan cara ini, Anda bisa melakukannya dengan kondisi mesin yang hidup atau kunci mobil dalam keadaan ‘On’. Dengan cara ini, diagnostic bisa mendeteksi sebuah kerusakan melalui lampu pada indikator Check Engine pada speedometer. Diagnostic Normal Mode ini akan memonitor 15 item pada mobil.

  1. Diacnostic Test Code

Cara ini bisa Anda lakukan jika cara Diagnostic Normal Mode yang Anda lakukan tidak berhasil. Karena cara ini bisa dilakukan dengan kondisi mesin mobil yang mati. Jadi, ketika terjadi kerusakan pada sitem injeksi yang mengakibatkan mobil mogok, otomatis cara DNM tidak bisa Anda lakukan. Diacnostic Test Code ini mencakup 3 kode penting, di antaranya kode 22: Temperature Engine Coolant tetap dalam suhu 80 derajat celcius, yang mendeteksi apakah mobil mengalami overheating atau tidak. Kode 31, waktu pengapian tetap pada 5 derajat sebelum TMA, dan mendeteksi pengapian mobil normal atau tidak. Dan kode 41, Throttle position tetap pada posisi 0 derajat dan mendeteksi sensor-sensor dithrottle body dalam keadaan normal atau tidak untuk mengatur udara yang masuk.

Dua cara manual mendeteksi kerusakan sistem injeksi mobil bisa Anda lakukan sendiri, dan semoga bermanfaat.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *