Monday, 23/4/2018 | 11:34 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Mercy Indonesia Klarifikasi Perihal “Penyerahan Data Penjualan”

Mercy Indonesia Klarifikasi Perihal “Penyerahan Data Penjualan”

 

 

Otolibs.com – PT Mercedes-Benz Indonesia Group pada akhirnya membuka suara, mengenai sikapnya yang tidak lagi menyerahkan data wholesales semenjak bulan April 2017. Ini telah jadi perbincangan di industri otomotif pada negeri sejak akhir tahun.

Roelof Lamberts, President & CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia telah mencoba untuk merilis, jika sikap yang diambil oleh Mercy Indonesia yakni perintah dari Daimler pusat di Jerman. Merekatelah menyeruakan jika data penjualan lebih detail, tak dikenalkan untuk di publikasi, seperti yang dilakukan Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia di situs resminya.

Tapi, Roelof mengakui kalau itu bertentangan dengan kebijakan Gaikindo, di mana mewajibkan anggotanya untuk menyerahkan data wholesales tiap bulannya. Mercy juga lalu diberi waktu sampai bulan Januari Akhir untuk memberikan kepastian mengenai persoalan itu.

“Jadi latar belakangnya perbincangan ini adalah pada April 2017 Mercedes Benz Indonesia sebagai satu-satunya pabrikan berhenti memberikan data produksi wholesales maupun retail kepada Gaikindo. Namun, Daimler di Jerman yang mengklasifikasi informasi data tersebut sebagai sesuatu yang sifatnya rahasia, dengan demikian tidak dapat dipublikasikan,” ujar Roelof dalam diskusi eksklusif dengan beberapa media

“Jadi ketidaksetujuan kami adalah pada publikasi data pada laman website Gaikindo, di mana asosiasi tersebut adalah bukan lembaga Pemerintah. Pasalnya, menurut kebijakan Daimler sendiri, hanya Pemerintah yang berwenang bersangkutan untuk melakukan publikasi data,” tutur Roelof.

Karena hal tersebut pihaknya lalu berkoordinasi dengan Gaikindo untuk dapat membantu menghadapi permasalahan dan kekhawatiran itu. Terlebih pihak pemerintah lewat Kementerian Perindustrian telah bersedia untuk membantu memberikan solusi.

“Menurut kami ada beberapa pernyataan yang tersebar dan menurut kami kurang tepat. Kami tidak pernah berhenti memberikan dan melaporkan data dan informasi, tapi memang tidak pada tingkat rincian dan level yang dinginkan Gaikindo,” ungkap Roelof.

“Kami menyediakan dan memberikan data secara langsung, misalnya ke Kementerian Keuangan yang menginginkan data tersebut. Kemudian juga secara agregat memberikannya data kepada Gaikindo,” ujar Roelof.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *