Thursday, 19/7/2018 | 9:12 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

“Dalang” Dibalik Permainan Impor Truk Bekas, Adakah?

 

asas

 

Otolibs.com – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan, sebagai bentuk dukungan pemerintah pertumbuhan industri kendaraan di dalam negeri, sudah diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 34/2017 mengenai Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau lebih.

“Regulasi yang mulai berlaku pada Desember 2017 ini, antara lain mengatur mengenai skema importasi completely knock down (CKD) dan incompletely knock down (IKD). Diharapkan, adanya aturan itu akan lebih mendorong investasi dan produksi kendaraan bermotor, termasuk kendaraan komersial,” katanya kepada pers di Jakarta.

Berkaitan dengan regulasi itu, kata Airlangga, pihaknya bakal segera menyetop impor truk bekas untuk dapat mendukung perkembangan industri kendaraan komersial nasional.

“Kami akan hentikan impor truk bekas untuk mendukung perkembangan industri truk, bus dan kendaraan niaga lainnya di Indonesia. Apalagi, industri kendaraan komersial di Tanah Air telah memiliki kapasitas produksi mencapai 200.000 unit per tahun.”

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyambut dengan baik mengenai larangan impor truk bekas. Karena, impor truk bekas bakal mematikan bisnis industri otomotif lokal.

“Kemampuan produksi truk di Indonesia sudah di atas 200.000 per tahun. Sekarang penjualannya mencapai 80.000 per tahunnya, Berarti ada kelebihan 120.000 per tahun,” tutur Nangoi.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika, Harjanto menuturkan, impor truk bekas memerlukan rekomendasi dari Kemenperin.

“Untuk menghentikannya, tinggal kami tidak keluarkan rekomendasinya. Impor truk bekas memang seharusnya tidak dilakukan lagi mengingat tidak ada yang bisa menjamin kondisi truk tersebut dari sisi emisi maupun keamanannya,” ujar Harjanto.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *