Monday, 16/7/2018 | 8:41 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Ternyata, Naik Mobil ke China Mesti Buat SIM dan STNK Lokal di Tempat

 

Ternyata, Naik Mobil ke China Mesti Buat SIM dan STNK Lokal di Tempat

 

Otolibs.com – Berbagai pengalaman serta hambatan pasti dialami oleh pengendara yang berpergian jauh.  Tak tekecuali untuk wartawan Setjodiningrat atau bisa dipanggil Hauwke & Sunny Rusli yang telah mengaspal ke 60-an negara.  Salah satu cerita menarik ialah ketika mereka masuk ke china.

Ternyata, mengendarai mobil dari Jakarta dan masuk ke negeri Tirai Bambu itu mesti keluarkan biaya ekstra. Di antaranya yakni untuk tour guide, pembuatan SIM dan STNK lokal, serta perizinan masuk.

“Di China cukup mahal ya, karena kita harus sewa tour guide. Itu kebijakan dari sana, lagi pula tidak semua warga bisa bahasa Inggris juga,” papar Sunny ketika berbincang santai bersama dengan wartawan di Jakarta.

“Nah biaya untuk guide-nya itu sehari mungkin bisa US$ 150. Tapi enak sih kalau ramai, bisa di-sharing. Di China asik tapi, infrastruktur bagus dan banyak hal yang bisa dilihat,” imbuhnya.

Hauwke juga ungkapkan, untuk Otolovers yang ingin touring ke China mesti membuat SIM dan STNK lokal. Hal tersebut dapat dilakukan di tempat.

“Di China juga kita harus buat SIM lagi, karena kan bahasanya beda. Kalau kita SIM Internasionalnya bahasa Inggris, tidak bisa baca tuh dia,” terangnya.

“Lalu dibuatkan STNK lagi, nanti dapat pelat nomor lokal. Itu kegunaannya untuk masuk tol, dia nge-detect platnya untuk mirroring,” lanjut Hauwke.

Di sisi lain, peraturan di sana pun lumayan ketat. Tour guide-nya amatlah tepat waktu. “Tiap hari, bangun itu jam 05.00, sarapan jam 6 pagi, saat pukul 07.00 waktu setempat sudah jalan lagi. Ketat banget,” tutup Hauwke.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *