Tuesday, 17/7/2018 | 9:04 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Keren! Berbekal Rp 300 Ribu, Dua Anak SMK Ini Buat Alat Anti-maling Motor

Keren! Berbekal Rp 300 Ribu, Dua Anak SMK Ini Buat Alat Anti-maling Motor

 

 

Otolibs.com – Starter Montor Pinter buatan siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kabupaten Semarang, sudah mulai dipesan. Sejauh ini telah terdapat sekitar 10 orang yang telah memesannya.

Starter ini merupakan karya siswa kelas XII D Teknik Komputer Jaringan, SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Anjas Kumala & Andre Kristanto. Ada juga untuk dapat menghidupkan serta mematikan Starter Montor Pinter (Wirelles Automatic Ignition) ini memakai smartphone berbasis android.

Dengan memanfaatkan aplikasi Arduino Bluetooth, alat ini mampu untuk mematikan kelistrikan motor dari jarak jauh. Rangkaian inilah yang dapat mengirimkan sinyal sampai dapat dinyalakan atau dimatikan lewat smartphone. Untuk membuat rangkaian ini, kedua siswa tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 ribu &  perangkatan ini ditaruh di bawah jok sepeda motor.

“Sejauh ini sudah ada 10 orang yang memesannya dan harga jualnya Rp 300 ribu,” kata Anjas dalam pesan singkatnya, Senin (19/3/2018).

Dalam membuat Starter Montor Pinter ini, kata dia, jika sepeda motor jalan terus, aki tak akan terpengaruh. Walaupun seperti itu, kalau dalam waktu lima hari motor tak dipakai bakal berpengaruh kepada akinya.

Kata Andre, Cara kerjanya, alat untuk menyalakan sepeda motor dengan memakai handphone dibuat menggunakan arduino yang disisipkan di kendaraan sehingga dapat diremote dengan aplikasi HP. Oleh karena itu, sepeda motor dapat menyala maupun mati.

“Saat sepeda motor berhenti, alat ini selalu hidup. Jika dicuri, pelaku tidak bisa menghidupkan mesin sepeda motor. Karena untuk menghidupkan dan mematikan dengan aplikasi tombol smartphone,” tutur Andre, seraya mempratikkan karyanya.

Anjas menambahkan “Untuk membuat karya ini dalam sehari bisa jadi. Bahkan saat ini, sejumlah teman, guru maupun lainnya telah memesan untuk dibuatkan pengaman sepeda motornya.”

“Saat ini yang pesan baik teman-teman maupun guru bahkan penjaga asrama. Pesanan ini belum bisa kami kerjakan karena saat ini masih konsentrasi ada ujian sekolah,” ujarnya

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *