Thursday, 19/4/2018 | 1:18 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Tak Mau Ditilang, Komunitas Toyota Gugat Aturan Gunakan GPS Ketika Nyetir

Takut Ditilang, Komunitas Toyota Gugat Aturan Pakai GPS saat Nyetir

 

 

Otolibs.com – Komunitas mobil yang tergabung kedalam Toyota Soluna Community (TSC) menggugat aturan nyetir memakai HP ke Mahkamah Konstitusi. Mereka takut ditilang sebab aturan di UU LLAJ tak jelas & multitafsir.

TSC menggugat Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ yang berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Adapun penjelasan Pasal 106 ayat 1 yaitu:

Yang dimaksud dengan “penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.

Bagi TSC, aturan tersebut tak relevan dengan perkembangan zaman sebab telpon saat ini telah mempunyai banyak fungsi, salah satunya yakni munculnya teknologi GPS.

“Teknologi GPS dapat digunakan keperluan sesuai tujuannya. GPS dapat digunakan oleh peneliti, olahragawan, petani, tentara, pilot, petualang dkk,” ujar TSC sebagaimana dikutip dalam materi gugatan di website MK.

Oleh karena itu, kata ‘menggunakan telepon’ di pasal di atas dinilai tak tepat & multitafsir. Apakah yang dimaksud dengan memakai telepon, apakah memakai untuk berkomunikasi atau untuk memakai GPS.

“Apabila dalam hal menggunakan GPS, maka tentunya tidaklah mengganggu konsentrasi karena pengemudi hanya melihat layar telepon. Layaknya saat pengemudi melihat ke kaca spion atau spedometer. Artinya tidak ada interaksi atau komunikasi dua arah melalui telepon yang dapat mempengaruhi konsentrasi pengemudi kendaraan,” terangnya.

Karena hal tersebut, demi untuk kepastian hukum, pemohon meminta MK memberikan tafsir konstitusional frase ‘menggunakan telepon’. Hal tersebut supaya mencegah penegakan hukum yang tak diharapkan.

“Memohon MK menyatakan frase menggunakan telepon bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang tidak dimaknai ‘dikecualikan untuk penggunaan sistem navigasi yang berbasiskan satelit yang biasa disebut GPS yang terdapat dalam telepon pintar,” tuntut TSC.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *