Tuesday, 17/7/2018 | 9:18 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Mandi Kembang Jadi Ritual Wajib Untuk Mobil Bung Karno

Mandi Kembang Ritual Wajib Mobil Bung Karno

 

 

Otolibs.com – Mengoleksi mobil kuno jadi kesukaan tersendiri untuk Jimmy Samsudin. Pria yang juga menjabat jadi Wakil Ketua Umum Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia ini mengoleksi puluhan unit mobil kuno. Salah satunya yakni mobil kuno bekas Bung Karno.

Dari 20-an mobil kuno yang ia koleksi, Jimmy pun mengaku paling suka dengan Cadillac Fleetwood Series 75 Limousine. Ini merupakan mobil dinas terakhir Sukarno jadi Presiden Indonesia pertama. Ada pula mobil dinas Sukarno sebelum yang terakhir, dan juga mobil dinas Soeharto.

Tidak hanya mengoleksi, Jimmy juga merawat mobil bekas Sukarno itu. Beberapa kali juga ritual khusus yang dilakukan untuk mobil Sukarno ini.

“Kolektor-kolektor sebelumnya suka mandiin mobil ini pakai kembang setiap malam 1 Suro. Karena waktu zaman masih di istana mobil ini juga masih suka dimandiin kembang. Jadi biar diturutin aja. Di saya sekali-sekali aja,” kata Jimmy.

Untuk diketahui, Jimmy yang merupakan pemilik keempat Cadillac Fleetwood Series 75 Limousine Bung Karno ini. Selepas dilelang oleh Sekretariat Negara pada 1975, mobil ini yang dimiliki oleh Probosutedjo. Dari tangan Probosutedjo, mobil ini akhirnya lepas ke seorang pengusaha Solo sekitar 3-4 tahun. Selepas itu mobil ini diambil Marsekal Madya Suprihadi. Akhirnya mobil yang berlabuh ke garasi Jimmy sekitar 7 tahun lalu.

“Untuk perawatan nggak susah, tinggal panasin, bawa jalan. Karena pas saya dapat mobil ini yang rusak-rusak saya ganti semua,” ungkap Jimmy.

Jimmy memperoleh mobil ini pada keadaan sehat. Cuma, kodisi kala itu kurang rapi dan kurang enak untuk digunakan.

“Kebetulan saya ada bengkel sendiri, khusus menangani mobil saya aja sih. Ini waktu saya dapat saya restore mesin, saya bongkar separuhnya,” ucap Jimmy.

Sejumlah komponen yang telah aus diganti. Kabel-kabel, girboks, kaki-kaki seperti tie road & ball joint di mobil Sukarno diganti oleh Jimmy supaya lebih nyaman digunakan.

“Yang lain orisinil semua. Cat masih orisinil. Interior orisinal semua,” ucap Jimmy.

Soal rewel atau tidaknya, Jimmy menganggap tergantung dari perawatannya. Jika dibangun dari awal telah bagus, maka mobil kuno tak bakal rewel. Malah, mobil pernah dia ajak jalan dari Jakarta sampai ke Bukittinggi.

“Ini (Cadillac Fleetwood Series 75 Limousine tahun 1964 bekas Sukarno) nggak rewel, masih bagus,” sebutnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *