Thursday, 19/4/2018 | 1:15 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Boleh Saja Campur-campur Bensin, Namun Performa Jadi Tidak Maksimal

Boleh Saja Campur-campur Bensin, Namun Performa Jadi Tidak Maksimal

 

 

Otolibs.com – Mencampur-campur bensin dengan oktan yang berbeda bukanlah hal yang diharamkan, seperti Pertamax campur Pertalite ataupun Premium. Pasalnya, mereka terbuat dari zat yang sama sihingga bisa larut pada suatu wadah.

Ibarat teh dengan air, bensin mampu walau oktannya berlainan. Namun, bukan manis yang didapat. Bagi Officer Commercial Retail Fuel Marketing PT Pertamina Persero Indra Pratama, perilaku itu malah menjadikan bensin tak bisa menunjukan performa terbaiknya pada kendaraan.

“Jawabanya bukan boleh atau tidak karena secara teknis mencampur BBM dalam satu varian gasoline itu dapat dilakukan. Bensin (Pertalite atau Premium) dan Pertamax Turbo itu akan bercampur baik secara kimia propertisnya sama. Seperti mencampur air dan teh,” ungkapnya pada wartawan di acara Obrolan Ringan Otomotif, Mitos & Fakta Seputar BBM & Pelumas, Bogor.

“Tapi apakah itu recomended? Jelas tidak, karena itu bisa membuat bensin tidak dapat bekerja optimal. Mereka masing-masing segmen (jenis) memiliki keunggulan, karena memiliki sulfur yang berbeda. Muatannya pun beda,” lanjut Indra.

Maka, sama saja turunkan kualitas bensin itu sendiri. Dalam hal ini adalah  Pertamax Turbo.

“Kenapa harus men-down grade kalau mau menggunakan BBM dengan kualitas lebih baik? Kan sayang. Maka gunakanlah sepenuhnya supaya kita mendapatkan performa sepenuhnya juga,” terangnya.

Indra juga mengingatkan agar pengendara jangan memakai bensin di bawah rekomendasi  pabrikan. Pasalnya, energi yang bakal dihasilkan kendaraan itu tidak bakal maksimal. Namun yang pasti, dalam jangka panjang yang baka lmenimbulkan kerusakan di bagian mesin.

“Satu hal lagi yang perlu untuk dicatat oleh pengguna kendaraan yakni isilah BBM yang tepat. Ketika kita memilih BBM yang kompresi bahan bakarnya lebih tinggi dari kendaraan kita, dia tidak akan terbakar sempurna. Otomatis akan ada sisa residu dan efeknya energi yang dihasilkan tidak maksimal. Kalau di bawah dari seharusnya (RON 95 dimasukkan RON 88), kendaraan bakal ngelitik dan merusak mesin,” tutupnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *