Thursday, 19/7/2018 | 12:04 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Bahaya Mengendarai Motor Sambil Ngerokok

Bahaya Mengendarai Motor Sambil Ngerokok

Merokok sambil mengendarai motor tersebut membahayakan ya, Otolovers. Bukan cuma membahayakan diri sendiri, namun juga orang lain. Korbannya juga telah ada. Tapi masih ada saja pengendara yang nakal dan tetap merokok sambil mengendarai motor.

Belum lama ini seorang mahasiswa Poltekkes Semarang, Febry Risdhiyatama Fahrurriza, menerangkan kalau dirnya alami infeksi mata sebab terkena abu rokok ketika mengendarai motor.

Febry bukanlah orang yang pertama yang mesti alami infeksi mata karena abu rokok. Sebelumnya juga telah pernah ada kasus yang sama & viral di media sosial dialami juga oleh Rendhy Maulana.

Buat si pengendara sendiri, merokok sambil mengendarai motor tersebut dapat membuyarkan konsentrasi sebab satu tangannya mesti memegang rokok padahal tangan semestinya tak lepas dari setang motor.

“Yang paling penting bagi pengendara motor, ketika naik motor itu adalah full time job, pekerjaan utamanya dia. Jadi ketika naik motor itu harus fokus naik motor, bukan merokok, bukan dengerin musik dan lain-lain,” terang   Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu belum lama ini.

“Karena naik motor adalah aktivitas yang paling bahaya dan aktivtas multitasking yang paling banyak. Di saat yang sama matanya memperhatikan seribu macam objek dan otaknya juga harus memilah-milah dalam waktu yang sama mana yang harus diprioritaskan, dan di saat yang sama juga anggota tubuhnya, semua melakukan pekerjaan,” lanjut Jusri.

Mengendarai motor memanglah diperlukan konsentrasi yang penuh. Terlebih jika Otolovers berkendara & melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi bisa-bisa malah ditilang dengan denda sebanyak Rp 750 ribuan.

“Pidana 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000 (tuju ratus lima puluh ribu rupiah),” ungkap Kasubdit Penegakan Hukum, Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Maret lalu.

Hal tersebut, kataBudi, tertuang pada UU no.22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas serta Angkutan Jalan pasal 106 ayat 1.

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraanya dengan wajar dan penuh konsentrasi,” begitulah bunyi pasal tersebut.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *