Thursday, 19/7/2018 | 12:03 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Suku Cadang Moped (Motor Berpedal) Lain denganMotor Biasa

suku cadang

 

Otolibs.com – Walaupun masih berbasis sepeda motor, Moped atau motor berpedal cukup berbeda loh, Otolovers. Mulaidari sistem transmisi, mesin, bagian eksterior,dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, tak semua bagian Moped dapat disilangkan dengan motor harian terkini. Pendiri Moped Jakarta, Gibon pun mengutarakan kalau beberapa bagian di Moped  amatlah unik. Terlepas dari tahun kelahirannya yang telah 51 tahun lalu, sistem penggeraknya cukup berbeda dari motor kebanyakan.

“Sebagian mungkin bisa dikawinkan. Seperti leher atau bearing, rantai, sampai oli. Tapi bagian vitalnya rada sulit karena ini berbeda sekali misalkan saja pada sistem transmisinya. Ini transmisi kan di tangan, kalau yang motor sekarang mana ada seperti ini,” katanya di TMII, Jakarta, akhir pekan kemarin.

“Pelek juga ini kan ring 19. Kalau sekarang paling 17 atau 18. Jadi rada susah carinya,” tambah Gibon.

Namun merawat Moped tidaklah sulit, penggunaan oli misalkan, cukup memakai oli pasaran dengan kekentalan SAE 40.

“Tapi ini tidak susah sih merawatnya. Pandangan orang kan motor seperti itu karena memang belum pernah memakainya. Jadi khawatir, ini motor sudah tua bisa jalan atau tidak. Tenang saja, ini bisa digunakan kok seperti motor pada umumnya. Misalkan oli, ini pakai saja SAE 40, sudah cocok,” kata Gibon.

Di sisi lain, sebetulnya motor berpedal ini telah diproduksi ama lama yaitu sekitar tahun 1930 – 1960. Melihat dari lansirannya itu Gibon menyatakan motor sangatlah bandel.

“Contoh saja salah satu Moped kita, ini kan produksi tahun 1951, tapi masih jalan sampai sekarang. Masih sehat. Kuat. Kalau motor sekarang gak ada yang umurnya sampe 50 tahun lebih. Sekarang paling 5 sampai 6 tahun sudah jadi bangkai, kan?,” terangnya

Sebagai informasi, sepeda motor ini sebetulnya cukup eksis di Eropa spesialnya Jerman pada tahun 1950-1960an. Pemiliknya di Indonesia pun amatlah terbatas.

Seiting dengan perkembangan, penggemar Moped semakin bertambah. Wajar saja kalau motor dengan bentukan unik ini cuma dibanderol sekitar Rp 5 – Rp 30 juta. Paling mahal maksimal Rp 40 juta.

“Ini sudah 6 tahunan mungkin kita ngumpul-ngumpul. Tapi baru tahun kemarin komunitas Moped Jakarta diresmikan. Tiga tahun belakangan mulai banyak nih peminatnya. Entah kenapa,” tutup Gibon.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *