Thursday, 19/7/2018 | 3:53 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Alasan Ukuran Helm Tidak Boleh Kesempitan atau Terlalu Longgar

Alasan Ukuran Helm Tidak Boleh Kesempitan atau Terlalu Longgar

 

 

Otolibs.com – Memakai helm sepeda motor tidak dapat asal-asalan. Memilih helm juga harus tepat dari segi ukuran sampai ke jenisnya, yang paling utama yakni ukurannya. Pengguna sepeda motor perlu memakai helm dengan ukuran yang pas.

Instruktur Rifat Drive Labs & penggiat kampanya helm dari RSV, Andry Berlianto, menuturkan kalau memakai helm ada baiknya jangan terlalu sempit atau terlalu longgar. Ada beberapa alasannya mengapa ukuran helm harus pas.

“Helm terlalu sempit konsekuensinya membuat tekanan di kepala menjadi berlebih. Akibatnya bisa pusing atau sakit kepala,” kata Andry

Dalam hitungan sejam perjalanan ketika memakai helm yang terlalu sempit, kepala akan merasa tak nyaman. Dan untuk imbasnya, berkendara jadi tak fokus. Malah lebih berisiko untuk kecelakaan.

Jika helm terlalu longgar. konsekuensinya kepala bakal terguncang membentur perlahan dinding pada busa helm. Juga menimbulkan rasa kurang nyaman.

“Saat terjadi benturan kepala akan seperti dibenturkan bolak balik ke kanan dan kiri, berpotensi merusak struktur dalam kepala dan berakibat cedera dalam,” ucap Andry.

Untuk memilih helm yang tepat, Andry menekankan ukuran helm harus sesuai dengan lingkar kepala. Contohnya untuk lingkar kepala 59-60 cm dapat memakai ukuran L (ukuran umum).

“Lingkar kepala ini bisa diukur menggunakan meteran diukur melingkar dari atas alis ke belakang,” ucap Andry.

Ketika pembelian helm, disarankan untuk mencoba secara langsung. Rasakan setidaknya 4 sampai5 menit, apakah ada rasa sakit pada kepala. Kalau terasa sakit, berarti helm tak cocok.

“Pemakaian harus pas mendekap kepala, tidak longgar dan tidak terlampau erat pastikan busa helm terasa nyaman di kulit/kepala,” ujarnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *