Saturday, 18/8/2018 | 8:10 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Baterai Pertamina-UNS Akan Dipasangkan di Motor Listrik Gesits!

Baterai Pertamina-UNS Akan Dipasangkan di Motor Listrik Gesits!

 

 

Otolibs.com – Indonesia akan mempunyai baterainya sendiri untuk motor listrik. Ke depannya, baterai motor listrik tak perlu lagi diimpor dari luar negeri. PT Pertamina bersama dengan Universitas Sebelas Maret sukses mengembangkan Ion Battery untuk motor listrik.

Pihak Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya ikut terlibat dalam pembuatan baterai motor listrik ini. Muhammad Nur Yuniarto selaku Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS menuturkan jika baterai tersebut diuji coba di platform motor listrik yang dimiliki ITS.

“Mungkin kalau dibilang dites di Gesits kurang pas ya, karena Gesits kan belum masuk fase produksi. Jadi kami melakukan RnD (riset dan pengembangan) dengan platform sepeda motor listrik yang kami miliki di ITS. Kami uji di platform itu baterainya seperti apa, seberapa bagus dan sebagainya,” ucap Nur.

Apakah baterai motor listrik tersebut dapat diterapkan di motor listrik Gesits? Nur pun akhirnya menjawab hal tersebut tergantung dari keinginan industri pembuat motor listrik, dalam hal ini pihak Garansindo & Wikon.

“Kalau Gesits mungkin mereka (Garansindo dan Wikon) punya strategi sendiri. Tidak hanya bicara bisa dipakai atau tidak, tapi dari sisi suplai, kontinuitas, dan seterusnya (menjadi pertimbangan industri). Akhirnya mungkin butuh evaluasi lebih lanjut dari sisi industri,” kata Nur.

“Kalau kita (ITS) melihatnya dari sisi teknik bisa dipakai, gitu aja. Saya kira nggak ada masalah. Karena sudah dipakai di platform juga,” imbuhnya.

Diungkapkan sebelumnya, baterai motor listrik yang dikembangkan oleh Pertamina dan UNS ini mampu untuk menempuh jarak 80-100 kilometer cuma dengan biaya Rp 5.000. Bagi Senior Vice President Research & Technology Center, Herutama Trikoranto, satu unit battery pack nanti akan mempunyai kapasitas 3 kWh untuk motor listrik dengan kekuatan 5 kW atau lebih kurang setara dengan mesin motor dengan pembakaran internal berkapasitas 125 sampai 150 cc.

“Kekuatan baterai mampu menjangkau jarak jauh. Untuk produksi selanjutnya Baterai lithion ini akan dikirim ke ITS di Surabaya,” katanya kepada wartawan.

Perbandingannya, lanjut Herutama, sama dengan jarak tempuh sepeda motor dengan pembakaran internal yang memerlukan BBM 2-3 liter. Dengan tarif listrik tertinggi sekarang ini Rp 1.644,52 per kWh, maka untuk jarak tempuh lebih jauh dengan biaya lebih murah.

“Kendaraan listrik yang didesain menggunakan battery pack itu cukup 2-3 kali pengisian ulang per minggu untuk pemakaian normal di dalam kota,” terangnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *