Monday, 24/9/2018 | 6:14 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Tanpa Adanya Fast Charging, Naik Mobil Listrik Jakarta-Bali Perlu 3 Hari

aa

Otolibs.com – Indonesia sedang mengarah  ke industri kendaraan ramah lingkungan. Salah satunya yakni kendaraan ramah lingkungan yang disiapkan adalah mobil listrik.

Namun mobil listrik memerlukan dukungan infrastruktur supaya dapat digunakan perjalanan jauh sekalipun. Oleh karena itu, bagi Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, Indonesia lebih tepat menerapkan teknologi kendaraan hybrid terlebih dulu. Karena, mobil hybrid yang masih memakai mesin bakar tidak memerlukan infrastruktur pengisian baterai.

“Kalau nanti langsung ke battery electric vehicle (mobil listrik murni bertenaga baterai) tanpa (adanya infrastruktur) fast charging, saya yang biasanya ke Bali 24 jam, bisa 3 hari kalau bawa kendaraan (listrik),” kata Putu di acara focus group discussion “Senjakala Industri Komponen Otomotif dalam Menghadapi Era Mobil Listrik di Indonesia” di Jakarta.

Jadi, tahap-tahap yang mesti dilakukan sebelum langsung menuju kendaraan listrik sepenuhnya diperlukan. Peralihan dari mobil bermesin bakar menuju mobil listrik murni, kata Putu, perlu melewati tahap mobil hybrid dan plug-in hybrid.

“Dan kalau ke depan memang tujuannya adalah battery electric vehicle (mobil listrik murni bertenaga baterai) mau fuel cell (mobil hidrogen) nanti industri kecilnya (industri kecil dan menengah komponen otomotif) memang harus mempersiapkan ke sana. Dari awal dikatakan ada masa transisinya. Jadi nggak langsung ke mobil listrik serta merta,” sebut Putu.

Untuk sekarang ini, bagi Putu, kendaraan elektrifikasi lebih cocok dipakai di mobil-mobil penumpang. Jika untuk kendaraan berat seperti truk, bus, atau kendaraan untuk pertambangan, nampaknya bakal susah untuk menerapkan teknologi elektrifikasi.

“Berat baterai dengan lithium-ion itu beratnya 2 ton. Baterai doang. Coba bayangkan, menjalamkan truk di pertambangan itu agak sulit kalau masuk ke sana. Sehingga (kendaraan elektrifikasi) lebih banyak ke city car, dan sebagainya,” kata dia.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *