Saturday, 18/8/2018 | 8:12 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Walau Sedih, Pengguna SuperCar Dukung Usul JK Setop Impor

Walau Sedih, Pengguna SuperCar Dukung Usul JK Setop Impor

Otolibs.com – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengusulkan penghentian impor mobil-mobil mewah. Pemilik mobil mewah yang juga anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung usulan dari JK tersebut.

Sahroni yang bekas Presiden Ferrari Owner Club Indonesia ini mendukung penuh penyataan dari Presiden Jusuf Kalla yang mengusulkan penghentian impor mobil mewah seperti Ferrari dan Lamborghini untuk menjaga neraca perdagangan Indonesia.

“Sedih tentunya karena itu artinya akan berpengaruh pada bertambahnya anggota klub. Para pecinta mobil mewah juga tentunya merasa sedih bila tak dapat memiliki supercar yang diinginkan, termasuk bila ada model terbaru yang diluncurkan. Tetapi sekali lagi saya tekankan kepentingan nasional harus didahulukan dari kepentingan pribadi ataupun klub dan golongan,” tegas Sahroni dalam siaran pers.

“Kita semua harus mendukung kebijakan pemerintah agar perekonomian stabil dan membaiknya nilai ekspor Indonesia. Terlebih Wapres Jusuf Kalla telah menekankan Indonesia membutuhkan dolar dalam jumlah besar, jadi kami mendukung penghentian impor supercar dan mendorong ekspor lebih tinggi dibanding sebelumnya,” imbuh politisi NasDem ini.

Sebelumnya saat acara Business Lunch di Jakarta, Kamis (2/8), JK mengemukakan penghentian impor mobil-mobil mewah bertujuan menjaga neraca perdagangan Indonesia. JK memandang langkah itu dapat menekan tingginya impor dibanding ekspor nasional, sehingga berujung pada surplusnya neraca perdagangan Indonesia.

“Ini akan diklasifikasikan untuk mengurangi impornya, saya malah mengusulkan sudah kita hentikan impor mobil yang di atas 3.000 cc,” ucap JK di berbagai media.

Mobil mewah yang dimaksud, lanjut JK seperti Ferrari, Lamborghini dan mobil mewah lainnya yang berasal dari impor.

“Tidak usah impor Ferrari, tidak usah impor Lamborghini, contohnya macam-macam itu supaya mengurangi faktor-faktor impor tadi,” ujar JK.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *