Tuesday, 27/10/2020 | 3:51 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Nissan Akan Mulai Produksi Produk Ramah Lingkungan

Nissan Akan Mulai Produksi Produk Ramah Lingkungan

Otolibs.com – Pemerintah memesan kepada produsen mobil untuk secepat mungkin menghadirkan produk yang ramah lingkungan. Entah itu dengan mengimpor atau lebih baik lagi merakitnya secara lokal.

Tapi bagi Eiichi Koito Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia mengira, terdapat hal yang diperlukan untuk merakit lokal kendaraan ramah lingkungan.

“Untuk merakit kendaraan ramah lingkungan seperti Nissan Note E-Power secara lokal membutuhkan volume,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.

Bukan cuma itu, Eiichi Koito selaku Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia mengira, terdapat hal yang dibutuhkan oleh merakit lokal kendaraan ramah lingkungan.

“Untuk merakit kendaraan ramah lingkungan seperti Nissan Note E-Power secara lokal membutuhkan volume,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.

Dengan begitu, Vice President Director of Marketing and Sales PT Nissan Motor Indonesia, Davy J Tuilan mengimbuhkan, untuk mengejar volume itu, peranan pemerintah sangatlah diperlukan.

“Jadi ujung-ujungnya tergantung peraturan pemerintah, kalau tax insentif dari pemerintah itu agresif, kita bisa lebih cepat meng-generate volume,” imbuhnya.

Dengan seperti itu, maka Davy mengira Nissan dapat lebih cepat memperbanyak volume yang diperlukan.

“Dia akan mempengaruhi decision dari Nissan-Datsun untuk bisa CKD (completly knock down) atau tetap memanfaatkan peluang yang diberikan pemerintah untuk bisa CBU (completly Build-up),” ucapnya.

Pengertian insentf agresif yang dikatakan Davy mempumyai arti yang lebih tinggi insentif yang diberikan, maka akan semakin baik. Dalam draf Peraturan tentang Percepatan Pemanfaatan Tenaga Listrik untuk Transportasi Jalan dikatakan insentif dan pajak Penjualan Barang Mewah Kendaraan Bermotor Listrik,atau pengurangan tarif pajak atau bea terkait Kendaraan Bermotor.

“Ya besar kecilnya insentif. Sudah tahu dong aturannya, 20-28 kan 25 persen diskon luxury tax, 28 ke atas 50 persen. Tapi 28 ke atas ini sampai 50 atau 60? Atau sampai 100 persen? Gitu kan. Kalau misalkan let say 28-35 ke atas bisa 75 persen (diskon) itu lebih bagus,” tegasnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *