Wednesday, 21/10/2020 | 1:09 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Ketika Nitrogen dan Angin Biasa Bertemu Di Dalam Ban

ketika nitrogen dan angin biasa bertemu di dalam ban

Otolibs.com – Sekarang ini sudah banyak pos pengisian nitrogen hampir disetiap SPBU yang banyak membuat orang sudah beralih mengisi ban dengan nitrogen dari pada angin biasa. Penggunaan nitrogen pada ban akan membuat tekanan angin lebih stabil, sehingga akan membuat pengendalian sepeda motor lebih mudah dan mampu memaksimalkan penggunaan bahan bakar. Jika memakai angin biasa tekanan ban akan lebih rendah yang bisa membuat angin menguap ketika ban panas.

Hal di atas dapat mengakibatkan kecelakaan akibat pecah ban. Pengisian angin biasa dapat diperbolehkan sesuai dengan masing-masing pengguna sepeda motor. Pengisian ban dengan nitrogen akan memperoleh daya cengkram dan kinerja ban kendaraan akan menjadi optimal akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang yang memperpanjang usia pakai ban.

Akibat Mencampur Nitrogen dengan Angin Biasa

Mencampur nitrogen dengan angin biasa akan berdampak sangat buruk untuk ban sepeda motor Anda, bahkan lebih buruk dibandingkan dengan angin biasa. Pengujian yang sudah dilakukan telah menunjukkan bahwa ban akan meledak akibat tidak stabilnya tekanan ban akibat panas. Pengujian dilakukan dengan menggunakan ban Xenia dengan mencampurkan nitrogen dan oksigen yang ternyata membuat ban tidak stabil.

Ban pada mobil Xenia diisi dengan oksigen murni bertekanan 33 Psi, kemudian pada ban yang satunya diisi dengan nitrogen bertekanan 16 Psi yang ditambah oksigen hingga tekanan udara dalam ban sama dengan ban yang diisi oksigen sehingga memiliki tekanan 33 Psi. Selanjutnya mobil Xenia dijalankan di siang hari dalam cuaca panas dengan jarak tempuh 30 kilometer. Setelah diukur untuk ban yang diisi oksigen murni menjadi 33.5 Psi dan ban yang campuran menjadi 36 Psi.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa ban yang dicampur nitrogen dengan oksigen menyebabkan tekanan mobil menjadi sangat tidak stabil dan mudah memuai. Dengan keadaan seperti itu akan sangat membahayakan, karena pada dasarnya ban mempunyai tekanan yang maksimum. Jika tekanan angin terlalu tinggi, kemudian ditambah beban mobil yang kurang dikontrol serta dipacu dengan kecepatan tinggi, resiko ban meledak menjadi sangat tinggi.

Itulah mengapa sebaiknya jika ban sudah diisi dengan angin biasa lebih baik teruslah dengan angin biasa, jangan dicampur dengan nitrogen begitupun sebaliknya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *