Sunday, 9/5/2021 | 2:11 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Alasan Dibalik India Menghentikan Produksi CBR

Alasan Dibalik India Menghentikan Produksi CBR

Otolibs.com – Pada April 2017 karena masalah regulasi, Honda menghentikan produksi CBR150R dan CBR250R di India. Hal tersebut dikarenakan CBR 150 dan 150 dianggap sudah tidak memenuhi standar uji emisi BS4 yang membuat pihak Honda tidak memberikan izin untuk penjualannya pada pasar domestik. Honda diklaim tidak memproduski CBR sejak 1 April 2017 menurut keputusan sesuai perintah Mahkamah Agung.

Honda akan menaikan standar serta memberikan fitur tambahan untuk menanggapi hal tersebut. Dan sebagian besar dari sahamnya sudah dijual dengan diskon mulai dari INR 25 sampai 30.000 atau sekitar lima hingga enam juta rupiah pada tanggal 30 – 31 Maret 2017.

Dikutip dari situs web resmi India jika sepeda motor honda mendatang tidak hanya akan mengadopsi standar emisi BS4 tetapi juga akan datang dengan fitur yang baru untuk bersaing dengan para pesaing. Seperti yang diketahui jika Honda CBR250R pada April 2011 dan Honda CBR150R pada Maret 2012, dan yang terakhir motor Honda hadir di Honda RevFest di tahun 2015 yang juga menjadi platform peluncuran Honda CBR 650 F.

Mengenal Standar Emisi Euro I – VI

Indonesia telah resmi menerapkan standar emisi Euro IV, yang sudah terhitung mulai tahun 2018 mendatang. Dan terhitung tahun depan untuk mesin bensin serta 4 tahun berikutnya untuk mesin diesel. Standar emisi tersebut diterapkan pada negara-negara Uni-Eropa sejak tahun 1988 dengan sebutan Euro 0. Untuk perhitungan yang lebih ketat pada tahun 1992 dengan sebutan Euro I.

Secara bertahap Euro mulai memperketat peraturan yang menjadi standar Euro II pada tahun 1996, Euro III pada tahun 2000, Euro IV pada tahun 2005, euro V di tahun 2009, dan Euro VI pada tahun 2014, dengan tujuan untuk memperkecil kadar bahan pencemar yang dihasilkan kendaraan bermotor.

Semua peraturan tersebut untuk membatasi kendaraan dengan kandungan zat yang berbahaya seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, karbon oksida, hingga volatile hydro carbon serta partikel lainnya yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Untuk gambaran pada Euro IV- V  kadar CO2 dibatasi hingga 1,5. Untuk HVC di euro V dibatasi 2% dari gas yang dibuang, dan Nox 0,46. Hal tersebut banyak yang menjadikan produsen berusaha untuk mengakalinya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *