Sunday, 6/12/2020 | 12:29 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Indonesia Akan Buat Kendaraan Listrik Nasional, Ini Total Dana yang Mesti Disiapkan

Indonesia Akan Buat Kendaraan Listrik Nasional, Ini Total Dana yang Mesti Disiapkan

 

 

Otolibs.com – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menyambut positifsurat rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi ke Pemerintah untuk mempunyai mobil listrik dengan menggunakan brand lokal. Rekomendasi tersebut sesuai mandat pasal 6 huruf e pasal 14 UU Nomor 30 tahun 2002 mengenai pelaksanaan tugas monitoring penyelenggaraan negara.

Tapi sebelum sampai ke situ, Gaikindo memprediksi akan terdapat beberapa hal yang mesti dipersiapkan. Salah satunya yakni total ongkos penelitian & produksi yang harus disediakan.

Melihat investasi General Motors untuk dilakukian penelitian terhadap mobil listrik & baterainya, setidaknya kocek yang diperlukan sekitar Rp 60 sampai 80 triliun.

“Mobil listrik tujuannya agar emisi gas buang yang lebih bersih dan mengurangi bahan bakar fosil, sehingga lebih hemat. Nah ini kita harus lihat dari segala arah ke-2 tujuan tersebut,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi di kawasan Senayan.

Salah satunya yakni biaya yang mesti disiapkan. Berdasarkan dengan pantauan Nangoi Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 40 sampai 45 triliun untuk penelitian kendaraan tanpa mesin itu.

“GM itu menginfestasikan Rp 60-80 triliun dan berkerja sama dengan LG Korea untuk buat mobil listrik dan baterai serta managemen baterainya. Toyota juga bekerjasama dengan Suzuki. BMW dengan Samsung,” papar Nangoi.

“Indonesia mau buat sendiri boleh, terutama baterainya. Kita sangat senang. Tapi harus ingat juga kalau Lithium, kita harus impor karena tidak punya Lithium. Harus impor dari Bolivia, China, dan sebagainya,” lanjutnya.

“Nah perindustrian mengatakan kita sedang coba buat baterai pakai nikel. Nah ini kita akan dukung research-nya. Saya lihat juga dana yang disediakan adalah sekitar Rp 4 sampai 4,5 triliun,” kata Nangoi lagi.

Jika hal ini dilakukan bakal membuka lahan pekerjaan baru di Indonesia.

“General Motor perlu 1.700 sampai 2.000 researcher yang pinternya kayak setan untuk melakukan ini. Nah ini kita dukung karena akan melibatkan banyak ahli dalam negeri,” ucap Nangoi.

Namun mesti dikatakan kalau jangan sampai seluruh komponen kendaraan listrik dibawa dari luar negeri atau Impor. Karena, hal tersebut bakal mematikan industri otomotif dalam negeri yang tengah berkembang.

“Tapi kalau semuanya kita impor, hanya ngejait saja, ini namanya mematikan industri yang telah kita bangun,” pungkasnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *