Sunday, 23/9/2018 | 6:49 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Suzuki: Mobil Masa Depan di Tanah Air adalah Mobil Kecil

Suzuki Mobil Masa Depan di Tanah Air adalah Mobil Kecil

Otolibs.com – Produsen mobil asal Jepang, Suzuki, memperkirakan kalau di hari mendatang mobil kecil atau kompak akan laris manis di Indonesia. Hal itu melihat berbagai aspek mulai dari lahan parkir serta tren dunia serta teknologinya. Apakah Otolovers setuju?

Donny Ismi Saputra selaku Marketing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales mengatakan kalau  Suzuki Indonesia telah mempunyai perencanaan dan strategi untuk produk-produk roda empat yang bakal ditawarkan di Indonesia. Sebagai bocoran, berdasarkan dengan analisisnya mobil yang bakallaris di Indonesia di beberapa tahun ke depan yakni berbentuk kecil atau kompak. Hal tersebut tidak lepas dari sejumlah aspek pendukungnya.

“Sebetulnya kita bisa lihat ini dari tren. Kalau saja jeli, setiap 10 tahun ada perubahan tren di kendaraan khususnya roda empat. Kalau kita bicara soal ukuran atau size dari tahun 1985, ukuran rumah 280 meter kemudian menyusut sampai tahun 2005 di angka 120 meter. Bahkan sekarang di tahun 2015-2018 kira-kira kan cuma 80 meter square,” ucap Donny kepada wartawan di Jakarta.

“Artinya parking space atau ukuran parkir untuk kendaraan makin lama semakin menyusut, sehingga akan berdampak kepada ukuran mobil itu sendiri. Nah itu yang pertama,” lanjutnya.

Teknologi serta Perkembangan seperti mobil hybrid atau elektrik, imbuh Donny, sedikit banyak juga bakal mempengaruhi dari ukuran mobil itu sendiri. Kepadatan lalu lintas serta ruang jalan yang tersedia juga bakal makin terbatas sehingga mobil kecil yang dianggap lebih asik dibawa ke mana-mana.

“Jadi, arah ke depannya akan ke sana. Sehingga mobil makin lama akan semakin kompak atau kecil,” katanya.

Yang terpenting adalah, jikaberbicara mengenai ramah lingkungan yang ada hubungannya dengan Internal Combustion Engine (ICE) atau mobil berbahandengan bakar fosil otomatis mobil kecil mempunyai kehematan serta keramahan lingkungan yang lebih baik ketimbang mobil besar.

“Mobil kompak memiliki fuel efficiency yang maksimal. Kemudian lebih jauh lagi, ada beberapa tren di luar negeri seperti car sharing, ride sharing, dan lain sebagainya. Nah yang cocok untuk ini adalah mobil kompak, bukan mobil besar. Jadi, dengan tuntutan fungsionalitas tersebut mobil akan semakin kecil atau kompak dengan performa yang tinggi. Menurut saya sih seperti itu,” pungkas Donny.

Lalu apakah karimun  Wagon R 7-penumpang bakal dibawa oleh SIS ke Indonesia? “Kalau Karimun Wagon R saya tidak bisa kasih pernyataan nih, karena masih on process study,” tutupnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *