Thursday, 19/7/2018 | 3:35 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Berapa Harga Pasti MPV Mewah Pesaing dari Alphard cs Asal Korea?

Berapa Harga Pasti MPV Mewah Pesaing dari Alphard cs Asal Korea

 

 

Otolibs.com – MPV pesaing Toyota Alphard dari Korea, Hyundai H-1 telah diperkenalkan. Tapi untuk harganya sendiri, PT Hyundai Mobil Indonesia masih belum mau untuk membocorkannya dengan sejumlah pertimbangan.

Yang pastinya mobil terbaru ini baru akan resmi dirilis ke publik  H-1 versi terbaru ini pada ajang GIIAS 2018 yang bakal diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang. Presiden Direktur PT HMI, Mukiat Sutikno, mengungkapkan kalau harga Hyundai H-1 terbaru ini bakal diumukan pada ajang GIIA 2018 yang akan datang.

“Kalau untuk harganya, New Hyundai H-1 2018 sebenarnya kita belum meluncurkan. Karena kita rencananya nanti ke GIIAS 2018. Tapi yang pernah saya katakan kembali, kalau untuk Hyundai setiap kita ada produk baru pasti teman-teman media yang kita informasikan pertama dan memang hari ini bukan sebagai official public launch, tapi lebih ke media launch preview. Kan sudah banyak yang tanya juga Hyundai H-1 baru kapan segera diluncurkan.,” ujar Mukiat saat media preview New Hyundai H-1 di Jakarta

Ia menerangkan kalau untuk harga jual New H-1 tengah difinalisasi dengan pertimbangan faktor pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang sekarang ini masih labil. meskipun memang mobil ini sudah mempunyai pabrik Hyundai di Bekasi, Jawa Barat.

“Memang belum dirilis, karena memang yang paling saya rasa tadi yang saya katakan ke teman-teman media bahwa selain dunia sepak bola, sekarang yang lagi ngehits berikutnya adalah dunia dolar Amerika nih,” ungkapnya sambil tertawa melihat kondisi ekonomi sekarang ini.

“Kalau untuk Hyundai sendiri kira-kira Juli lah kita ambil titik tengahnya,” tambahnya.

Bagi dirinya, meskipun mobil yang telah diproduksi di dalam negeri pun, dasarnya harus masih memakai bahan impor juga. “Nah ini yang kembali menurut kita ya tetap efek dolar Amerika pengaruh sekali. Nah ini terus terang yang bikin pusing juga. Tapi apapun kembali kita akan mencari titik tengah yang terbaik karena tadi yang saya katakan kalo di otomotif itu ini kita gak bisa, oh dollar Amerika Serikat hari ini Rp 14.400, kita charge ke situ. Kemudian besok dolar Amerika ada di 13.900, kita turunkan harga, Wah, ini konsumen bisa lompat-lompat itu,” paparnya.

Dan untuk mempertimbangkan harga dengan kondisi itu, dirinya juga menjelaskan kalau pihak Hyundai bakal melihat pada titik tengahnya. Yakni dengan melihat harga terbaik untuk produk mobil dan juga penerimaan pasar yang sekiranya dapat diterima oleh konsumen.

“Jadi, kalau kita ketahui, otomotif market potential di Indonesia ini sangat bagus sekali. Saat ini kita baru sekitar 8 persen penetrasi. dibandingkan Thailand yang sudah 23 persen penetrasi kendaraan terhadap populasi. Malaysia 44 persen penetrasi. Kita baru 8 persen, jadi potensi pertumbahannya sangat bagus sekali. Tapi kan kalau kita lihat, sekarang ini kondisi ekonomi di 2013 ini belum bergerak ya, semua lini lah yang saya rasa kondisi ekonomi nya kalo mau dikatakan masih merangkak. Nah ini tentunya harus kita perhatikan karena tidak bisa kita seenaknya menaikkan ke 14.200 atau yang lain, belum tentu penerimaan pasar juga sampai ke situ, nah ini memang kita harus mencari titik tengah yang terbaik. antara kurang lebih market acceptence dan juga harga yang terbaik untuk produk tersebut,” jelasnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *