Monday, 24/9/2018 | 5:56 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Mobil Listrik, Indonesia Jangan Hanya Jadi Tukang Jahit

Mobil Listrik, Indonesia Jangan Hanya Jadi Tukang Jahit

Otolibs.com – Indonesia tengah mengarah ke industri kendaraan ramah lingkungan. Salah satu yang disiapkan yakni menyongsong era kendaraan listrik.

Pengamat Kebijakan Publik Agus menuturkan, Indonesia jangan cuma jadi tukang jahit kendaraan listrik. Maksudnya tukang jahit di sini yaitu cuma merakit mobil listrik, namun tak terlibat dalam pengembangannya dan tak punya hak yang paten.

“Kita kan cuma merakit. Sudah hampir 50 tahun kita hanya merakit saja. Kita tidak punya industrinya. Saya berharap untuk lompatan ini mau mobil hybrid, mobil listrik, hidrogen dan lain-lain silakan. Tapi intinya jangan lagi kita cuma menjadi konsumen. Saya rasa harus bisa dan itu harus cepat,” kata Agus di acara focus group discussion “Senjakala Industri Komponen Otomotif dalam Menghadapi Era Mobil Listrik di Indonesia” di Jakarta.

“Karena kan di industri kendaraan bermesin bakar kita hanya bisa merakit, kita bisa lah ke komponen yang bukan intinya. Saya ingin di era listrik hidrogen atau apa silakan. Tapi jangan sampai cuma konsumen. Kita harus ikut research” sambungnya.

Agus menuturkan, saat di Clean Energy Ministerial Meeting di Beijing tahun kemarin, berbagai negara mau menginvestasikan dana lebih untuk meriset. Mereka mau untuk mengembangkan baterai & lain-lain sehingga rela untuk tingkatkan dana rise.

“Kita apa? Kita nggak bisa katakan, karena nggak ada anggarannya, saya bilang kepada Pak Menteri, kita join research saja sama negara siapa yang lebih unggul, China, Jepang, mana saja. Jadi kia meriset bersama sehingga komponen utamanya itu ada Indonesianya,” ucapnya.

Agus mau Indonesia terlibat dalam riset komponen inti kendaraan listrik. Dalam hal ini motor listriknya sendiri dan baterainya.

“Sehingga ketika motor listrik itu dipakai di industrial mana ya dia bayar royalti. Kita harus sampai ke sana. Kita nggak sanggup bikin motor listrik sendiri ya nggak apa-apa kita join saja dengan negara lain,” ucap Agus.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *