Monday, 20/8/2018 | 5:26 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Haruskah Bawa Moge Sambil Kebut-kebutan?

Haruskah Bawa Moge Sambil Kebut-kebutan

 

 

Otolibs.com – Pengguna motor gede sering kali di cap arogan.  Konvoi yang ugal-ugalan, bikin macet, sampai membahayakan orang lain membuat moge dikatakan sebagai pengguna jalan yang arogan.

Di jalan raya, sering dilihat motor gede selalu kebut-kebutan. Apakah menaiki moge mesti selalu ngebut sampai membahayakan pengguna jalan lainnya?

“Nggak juga, itu hanya excuse saja. Memang ada konsekuensi, ketika moge-moge itu berjalan dengan kecepatan pelan, konsekuensinya memang mesin panas. Sederhana saja, kalau nggak mau panas ya jangan di jalan. Karena ini jalan publik, kita harus menghormati,” kata Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

Jusri selalu memberi pesan pada pengguna moge maupun motor kecil supaya bersikap empati. Karena, jalan raya adalah ruang publik.

“Walaupun kita punya hak eksklusivitas yang diberikan polisi, misalnya ada pengawalan, tetap bersikap empati,” katanya.

“Saya meminta kepada stakeholder konvoi atau grup riding yang meliputi member konvoi, road captain, ketua organisasi untuk selalu mengingatkan kepada sesamanya, termasuk polisi pengawal juga, untuk memperhatikan hal-hal tertentu jangan sampai timbul sentimen negatif akibat perilaku-perilaku yang disengaja atau tidak disengaja dari konvoi,” sambungnya.

Bagi Jusri, seluruh peserta konvoi mesti memperoleh briefing sebelum start touring. Yang dibahas dalam briefing tersebut antara lain mengenai aturan-aturan lalu lintas dan hak pengguna jalan lainnya.

“Dalam briefing juga harus ada penekanan soal etika. Disiplin terhadap komitmen terhadap aturan-aturan lalu lintas. Kalau tidak ya suruh keluar. Jadi harus ada ketegasan,” katanya.

Sebelumnya, Dirut Bulog Budi Waseso yang hadir dalam kegiatan kumpul bareng komunitas moge, menuturkan kalau pengguna moge mesti dicontoh sehingga tak benar kalau moge ugal-ugalan.

Buwas pun percaya kalau masyarakat bukannya takut melihat pengguna moge. Malah, kata Buwas, masyarakat tertarik untuk melihat moge dari dekat.

“Tapi karena (pengguna moge) cepat-cepatan (kebut-kebutan) masyarakat nggak bisa nikmati. Jadi seharusnya kita pelan-pelan (agar bisa dilihat langsung masyarakat),” kata Buwas.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *