Sunday, 1/11/2020 | 1:54 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Karena Tsunami, Banyak Villa Pantai Anyer Yang Gulung Tikar

Tsunami Yang terjadi di Banten, Jawa Tengah beberapa bulan lalu ternyata memunculkan dampak yang begitu besar, terutama bagi para pemilik usaha di sekitaran pantai anyer. Bahkan, sejumlah Villa sudah mulai dijajakan untuk dijual karena sepinya wisatawan yang datang.

Villa Stephanie di Jl Carita-Labuan, Pandeglang jadi salah satu penginapan yang paling parah terdampak tsunami Selat Sunda. Pada Villa tersebut, terdapat puluhan korban meninggal dunia karena Tsunami yang berasal dari runtuhan gunung anak krakatau. Bahkan, saat ini penginapan tersebut ditutup dan tak ada jejak akivitas warga dan wisatawan.

Orang-orang hanya lalu lalang disekitaran Villa yang mulai berisi tulisan ‘DIJUAL CEPAT’ tersebut. Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa Villa Stephanie tersebut memang sudah sepi pengunjung sehingga mulai dijajakan untuk dijual.

“Ia, itu sudah dijual sekarang, kalau hari-hari biasa sepi,” kata Warga Setempat, Saita sebagaimana dilansir Detikcom.

Situasi ini juga berdampak pada hotel di sekitaran pantai, banyak yang terpaksa harus memberhentikan karyawan mereka karena sepinya pengunjung yang datang. Bahkan, ada yang kesulitan membayar listrik dan pajak ke pemerintah daerah, tak terkecuali Marbella Anyer yang selama ini dikenal sebagai hotel berbintang.

Tak hanya merumahkan sebagian besar karyawan, Yayan Juhendar selaku Food and Beverages manager di Hotel Marbella juga menjelaskan bahwa Hotel kini menerapkan sistem kerja 15 hari bagi karyawan yang tersisa, dengan upah hanya setengahnya saja.

“Setengah-setengah gantian kerja, 15 hari kerja. Karena nggak recovery, nggak ada uang, gaji setengah, kerja hanya setengah bulan,” kata Yayan.

Hal serupa ternyata juga menimpa Aston Hotel di Pantai Anyer. Begitu tsunami melanda pada Desember, lebih dari setengah dari jumlah karyawan terpaksa harus di-PHK, namun ada perjanjian bahwa mereka akan dipekerjakan lagi begitu situasinya sudah kembali normal. Akhirnya, pada Juni pihak hotel kembali mempekerjakan mereka.

Hanya saja, kendati situasinya memang sudah relatif normal, tapi pemasukan yang didapat hotel masih lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Pasti ada perbedaan (pemasukan). Secara revenue belum, secara okupansi normal,” papar Stephanie Ginta Syahputri selaku Seles Marketing Manager Aston.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *