Friday, 30/10/2020 | 10:24 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Beberapa Fakta Tentang Penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening

Hari ini, Senin 6 Januari 2020, Jagat Hiburan tanah air dikejutkan dengan berita duka meninggalnya salah seorang artis Senior, Ria Irawan. Diketahui, sosok berusia 50 tahun tersebut meninggal karena penyakit Kanker Getah Bening yang diidapnya sejak lama. Bicara mengenai Kanker KGB (Kelenjar Getah Bening), mungkin hanya segelintir orang yang memahaminya. Nah, untuk itu berikut beberapa fakta tentang kanker Kelenjar Getah Bening yang perlu diketahui.

1. Jenis kanker darah

Limfoma, begitulah nama lain dari jenis kanker kelenjar getah bening, dan faktanya penyakit ini termasuk dalam kategori kanker darah. Limfoma adalah jenis kanker yang berawal dari sel-sel yang disebut limfosit (sel darah putih). Pada kejadian kanker, limfosit berkembang lebih cepat dan hidup lebih lama dibandingkan limfosit normal.

2. Pembengkakan jadi ciri khas

Pembengkakan atau Benjolan bisa dikatakan sebagai salah satu gejala umum yang terlihat bagi penderita kanker kelenjar getah bening ini. Hanya saja, pada beberapa kasus, benjolan yang tumbuh tidak terasa sakit, sebagian malah merasa nyeri. Bagian-bagian tubuh yang kerap dilaporkan muncul benjolan atau pembengkakan akibat kanker kelenjar getah bening bisa ditemukan pada leher, pangkal paha dan ketiak.

3. Faktor Pengidap Kanker KGB

Limfoma pada umumnya ditemukan pada orang yang memiliki sistem imun yang lemah, kemudian juga obesitas atau kelebihan berat badan, bisa juga mengidap orang yang memiliki pola makan yang tidak teratur, juga suka mengkonsumsi gorengan dan daging mentah.

4. Kanker tak ‘sembuh’

Mendiang Ria Irawan sempat dinyatakan sembuh sebelumnya, tapi sebenarnya istilah tersebut bukan untuk kategori benar-benar sembuh. Apa yang sering disebut ‘sembuh’ dijelaskan oleh Prof Dr dr Soehartati, SpRad, Onk.Ra adalah kondisi terkontrol lewat serangkaian terapi. Hal tersebut karena memang sulit bagi dokter mengatakan sembuh kepada Pasien yang terkena kanker kelenjar getah bening ini. Pasalnya, sel-sel kangker juga bisa tidak terdeteksi, keterbatasan teknologi dan kemampuan dokter juga jadi penyebabnya.

Yang jelas, penyembuhan tetap harus dilakukan dalam upaya meminimalisir atau memberantas sel-sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *