Wednesday, 28/10/2020 | 5:58 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Sekarang, Ponsel Android Lebih Sulit Dibobol

Android adalah salah satu Sistem Operasi terpopuler di kalangan Smartphone masa kini. Pada awal kemunculannya, banyak yang lebih memilih iOS besutan Apple karena dianggap lebih unggul dari segi keamanan data. Tapi seiring berjalannya waktu, justru Android lah yang sulit untuk dibobol.

Beberapa waktu belakangan ini banyak berita tentang pemerintah Amerika Serikat yang meminta vendor ponsel seperti Apple untuk membuka backdoor agar bisa mengakses data milik pengguna yang disimpan di iPhone.

Tentu saja bukan alasan, data tersebut digunakan untuk mengungkap jaringan terorisme sampai rencana kejahatan yang dirahasiakan melalui komunikasi atau data pada ponsel. Tapi jelas pihak Apple tidak mengizinkan hal tersebut, di satu sisi data pada setiap iPhone juga sudah terenkripsi dengan aman.

Namun sebagaimana dilansir dari Android Authority, pihak Pemerintah Amerika Serikat tidak lagi meminta bantuan Apple untuk membuka kunci enskripsi tersebut. Mereka kabarnya sudah bisa membukanya tanpa bantuan Vendor yang bersangkutan, dengan menggunakan jasa yang ditawarkan perusahaan teknologi seperti Cellebrite, Grayshift atau MSAB.

Nah, menariknya diungkapkan oleh Detektif Rex Kiser yang bertugas melakukan pemeriksaan forensik digital untuk Kepolisian Fort Worth, bahwa saat ini ponsel-ponsel android terbaru cenderung sulit bahkan tidak bisa dibobol.

“Setahun yang lalu kita tidak bisa membobol iPhone, tapi kita bisa memasuki semua ponsel Android. Kini kita tidak bisa masuk ke banyak ponsel Android,” kata Kiser kepada Vice.

Cellebrite merupakan perusahaan yang jasanya paling sering digunakan untuk membobol ponsel tertentu. Alat yang dikembangkan Cellebrite bisa membobol semua jenis iPhone, bahkan sampai iPhone 11 Max Pro yang merupakan seri terbaru dari iPhone.

Alat ini bisa menarik data seperti catatan GPS, pesan, log panggilan, kontak, dan bahkan data dari aplikasi spesifik seperti Instagram, Twitter, LinkedIn dan lain-lain.

Justru alat tersebut tidak bisa menjebol enskripsi yang terdapat pada beberapa ponsel android. Contohnya, alat tersebut tidak mampu mendapatkan data media sosial, browsing atau GPS dari Google Pixel 2 dan Samsung Galaxy S9. Bahkan di Huawei P20 Pro, alat ini tidak berfungsi sama sekali.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *