Friday, 30/10/2020 | 4:13 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Resmi, Andrea Iannone Dilarang Balapan Selama 18 Bulan!

FIM selaku Federasi Balap Motor Dunia telah menjatuhkan sanksi berupa larangan balap di kejuaraan resmi manapun kepada Rider asal Italia, Andrea Iannone. Sanksi tersebut dijatuhkan, setelah yang bersangkutan positif menggunakan doping.

Hasil tes medis untuk mengambilan sampel urin sang rider dilakukan pasca balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia 3 November 2019 lalu. Hasil tesnya baru keluar pada 17 Desember 2019, dimana menunjukkan bahwa Rider Aprilia Team Gresini tersebut menggunakan Doping jenis Drostanolone.

Dengan demikian, Iannone mendapat sanksi tegas berupa larangan seperti yang disebutkan di atas, terhitung sejak hasil sampelnya keluar pada tanggal 17 Desember 2018 sampai tanggal 16 Juni 2021 mendatang.

Iannone sendiri beserta Tim Pengacaranya pada akhirnya menerima keputusan tersebut pasca melalui proses pengadilan yang cukup panjang di Pengadilan Disiplin Internasional (CDI) selama Februari dan Maret 2020.

Terancam hukuman larangan balap selama 4 tahun, Iannone dan tim pengacaranya menghadiri sidang CDI pada 4 Februari 2020 dengan menyatakan substansi drostanolone tersebut diakibatkan oleh kontaminasi makanan selama Iannone berada di Asia.

Untuk mendukung pembelaan tersebut, tim pengacaranya lantas menyerahkan bukti hasil tes rambut. Sebagai informasi, hasil test rambut biasanya sangat mahal dan sulit dilakukan, akan tetapi hasil yang diperlihatkan jauh lebih akurat.

Dari hasil tersebut, memang terbukti bahwa Iannone sama sekali tak punya riwayat sengaja mengonsumsi steroid apa pun, termasuk drostanolone.

CDI sendiri dapat menerima bukti tersebut, namun menurut kode etik Agen Anti-Doping Dunia (WADA), hasil tes doping yang positif tetap menyatakan bahwa Iannone bersalah atas penggunaan doping, tapi bisa mendapatkan hukuman yang lebih ringan, yakni 18 bulan.

Kendati masa sanksinya terbilang ringan, namun bukan tidak mungkin Iannone akan turun mesin lebih awal. Pasalnya, di tahun 2021 nanti saat hukumannya berakhir, dia sudah berusia 32 tahun. Sedangkan proses negosiasi kontrak baru akan dilakukan pada tahun tersebut.

Iannone tak menyerah, tim pengacaranya lantas mengajukana banding kepada Tim Abitrase Olahraga atau CAS. Dengan banding tersebut, diharapkan sanksi larangan itu bisa dihapuskan, atau paling tidak diringankan.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *