Tuesday, 20/10/2020 | 12:27 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Max Biaggi Rindukan Rivalitas dengan Rossi

 

Eks Rider Kelas Wahid MotoGP Max Biaggi, mengaku merindukan masa-masa saat dirinya terlibat rivalitas sengit dengan juara dunia 9 kali, Valentino Rossi. Meski sempat dibumbui insiden-insiden kontroversial, Biaggi menganggapnya sebagai kenangan indah.

Sebagai informasi, Rossi dan Biaggi memang sempat terlibat rivalitas sengit, terhitung sejak tahun 1996 silam. Padahal, saat itu keduanya tidak bersaing dalam satu kelas, Rossi di GP125 dan Biaggi di GP250. Namun, media-media Italia kerap membandingkan keduanya yang kemudian memicu konflik.

Rivalitas yang paling mencolok antara Rossi dan Biaggi bisa dikatakan terjadi pada seri GP500 Jepang 2001. Kala itu, Max Biaggi menyikut Rossi sampai melebar keluar trek, The Doctor lantas membalasnya dengan acungan jari tengah ketika menyalip rivalnya tersebut di beberapa lap kemudian.

Rivalitas keduanya lantas memuncak pada GP500 seri Catalunya di tahun yang sama. Ketika itu Rossi berhasil menang, sedangkan Biaggi berada di posisi ke-2. Hebohnya, kedua rider ini saling tonjok sebelum naik ke podium.

Saat itu, Rossi berdalih bahwa Biaggi sempat melayangkan bogem mentah kepada manajernya, Gibo Badioli, ketika hendak naik ke podium bersama Capirossi yang finis ketiga. Dua pekan setelahnya kedua rider ini dipaksa untuk saling meminta maaf dalam sebuah jumpa pers khusus.

Sejak jumpa pers tersebut, kabar tentang rivalitas Rossi vs Biaggi di media masa menurun, walau rivalitas mereka tetap berlanjut. Barulah saat Max Biaggi memilih pensiun di tahun 2005, rivalitas keduanya benar-benar tak pernah terdengar hingga sekarang.

Nah, kendati penuh kontroversi, Biaggi mengaku rindu dengan masa-masa rivalitas bersama dengan The Doctor.

“Saya rindu tahun-tahun itu, momen baik dan buruknya. Balapan-balapan kala itu punya tekanan besar. Tapi usai bertahun-tahun saya paham, meski menegangkan, masa-masa itu adalah ‘berkah’ karena bersama Vale, kami menyajikan rivalitas yang hebat baik di dalam maupun luar trek,”

“Kami hanyalah dua orang berbeda. Saya menghormatinya, dan saya rasa ia berpikir sama. Usai bertahun-tahun, saya malah rindu pada momen-momen itu, dan saya bakal senang jika bisa kembali ke masa-masa itu,” tutur Biaggi seperti yang dikutip Diario AS.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *