Tuesday, 27/10/2020 | 11:51 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Alex Marquez Ternyata Sempat Hampir Gabung Tim Petronas Yamaha SRT

Alex Marquez, Rider berusia 24 tahun tersebut saat ini memang menjadi bagian dari tim Repsol Honda bersama dengan kakaknya, Marc Marquez. Namun siapa sangka, sebelum menjadi bagian dari tim tersebut, dia sempat hampir bergabung dengan pabrikan rival, Yamaha.

Sebagai informasi, Alex Marquez sebenarnya baru menjajal moto2 pada musim 2019 kemarin. Performanya memang terbilang bagus, sehingga tak heran jika adik kandung marc Marquez ini diprediksi akan jadi rebutan untuk menjajal MotoGP 2020.

Benar saja, sebelum benar-benar naik kelas ke MotoGP 2020 ini, Alex sempat mendapat tawaran dari beberapa pabrikan, termasuk diantaranya adalah Tim Petronas Yamaha SRT.

Bahkan, Alex tidak hanya mendapatkan tawaran tersebut dari Pabrikan Garputala pada tahun 2019 kemarin, tapi juga di tahun sebelumnya. Dia mendapat tawaran untuk langsung menjajal MotoGP di musim 2019 bersama dengan Tim Petronas Yamaha SRT.

Sayangnya, tawaran tersebut batal, kesepakatan tidak disetujui pihak Yamaha karena tahu rivalitas sengit antara rider mereka, Valentino Rossi dengan Marc Marquez yang merupakan saudara kandung Alex.

Akan tetapi, dalam sebuah kesempatan wawancara baru-baru ini, Alex Marquez punya penjelasan lain. Menurutnya, keputusan Petronas Yamaha SRT untuk tak ngotot menggaetnya adalah karena Fabio Quartararo yang berhasil menjadi juara Moto2 Catalunya, Spanyol, pada tahun 2018.

“Pada akhirnya mereka memilih Fabio. Tapi tak pernah ada tawaran sungguh-sungguh yang tersaji di meja. Memang ada ketertarikan, dan kami menjalani beberapa pertemuan, tapi pada akhirnya mereka memilih Fabio karena ia menang di Montmelo,” pungkasnya.

Setelah berhasil menjadi juara dunia di Moto2 pada tahun 2019, Alex lantas direkrut oleh Tim Repsol Honda untuk menjadi tandem kakaknya, Marc Marquez.

Bisa dikatakan, kehadirannya juga menggantikan peran Jorge Lorenzo yang memutuskan pensiun pada akhir tahun kemarin.

Alex mengaku bersyukur, karena paling tidak dia sempat menjadi juara di Moto2 sebelum naik kelas ke MotoGP.

“Naik kelas memang baik, tapi gelar dunia juga menyenangkan. Orang takkan ingat kemenangan Anda, juga takkan ingat peringkat runner up Anda, mereka hanya ingat gelar dunia. Untungnya, saya punya dua,” tandasnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *