Tuesday, 27/10/2020 | 11:27 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Depak Alex Marquez, Honda Nyatakan Perang Dengan Marc Marquez

Keputusan Honda untuk merekrut Espargaro untuk kampanye musim depan memunculkan spekulasi pendepakan Alex Marquez dari Tim Repsol. Jika benar demikian, menurut Carlo Pernat selaku pengamat motoGP, keputusan tersebut sama saja menyulut perang dengan Marc Marquez.

Selama beberapa pekan terakhir, Aleix Espargaro memang digosipkan bakal meninggalkan KTM. Benar saja, sang rider bahkan sudah mencapai kesepakatan dengan Honda untuk kontrak berdurasi dua tahun, terhitung mulai tahun 2021 mendatang.

Dengan demikian, secara otomatis Alex Marquez yang musim ini menjalani debutnya di MotoGP dan menjadi tandem sang kakak, Marc Marquez, tak memiliki tempat lagi di tim Repsol Honda. Tak heran jika Carlo Pernat menganggap Honda telah menyulut perang dengan Marc Marquez.

“Seperti yang kita tahu, Marc telah memperpanjang kontrak, memberi beberapa syarat pada Honda, salah satunya membawa serta adiknya. Langkah itu seolah menyatakan bahwa Honda tak percaya pada Alex,” ujar Pernat via GPOne.

Menurut informasi yang terdengar, keputusan ini sepenuhnya adalah gagasan dari Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, yang beberapa bulan lalu menyebut bahwa Espargaro adalah rider ideal untuk bertandem dengan Marc Marquez.

Menurut dia, rider berusia 30 tahun tersebut memiliki gaya balap yang mirip dengan Marc Marquez. Namun tetap saja, Alberto Puig telah membuat naik pitam marc Marquez dan manajernya, Emilio. Apalagi melihat fakta bahwa Alex Marquez belum sekalipun memainkan seri debutnya bersama Honda.

“Menurut saya, ini gerakan yang sangat menentang Marc. Ia akan lihat ini sebagai kemunduran, mengingat ia sangat terikat pada adiknya. Saya rasa ini benar-benar kegilaan, karena HRC menyatakan ‘perang’ pada Marc dan Emilio. Tapi ide ini datangnya dari Alberto Puig,” ungkapnya.

Marc Marquez memang telah resmi menyepakati kontrak berdurasi empat tahun dengan Repsol Honda, tapi Pernat ragu kesepakatan itu bakal tercapai andai perekrutan Espargaro ini terjadi sebelumnya.

“Entah apakah Marc bakal tetap menandatangani kontrak empat tahun jika ini terjadi sebelumnya. Ini benar-benar kegilaan, karena ini takkan jadi awal yang baik bagi Honda. Jika ini adalah strategi Alberto, maka ini sebuah kegilaan, ini bagai langkah bunuh diri,” pungkas Pernat.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *