Friday, 23/10/2020 | 2:00 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Mengapa Seorang Wanita Tega Jadi Pelakor? Ini Faktor Psikologisnya

Beberapa tahun terakhir ini, istilah Pelakor atau Perebut Laki Orang sedang menjadi tren, terutama di Sosial Media. Perlu diketahui, Pelakor sendiri adalah Wanita yang punya hubungan asmara dengan suami atau pria yang sudah memiliki pasangan sebelumnya.

Dengan sikapnya tersebut, seorang pelakor bisa dipandang buruk oleh masyarakat, entah itu secara sosial maupun secara agama. Tapi yang ironis adalah fakta bahwa justru ada banyak pelakor yang merasa bangga dengan statusnya tersebut.

Secara mata telanjang, wanita pelakor mungkin tampak ‘tamak’ alias serakah, tidak memiliki hati dan bersenang-senang diatas penderitaan orang lain, dalam hal ini adalah istri atau pasangan sah pria tersebut.

Namun, dalam bidang psikologis, ternyata ada sebuah alasan kenapa seorang wanita justru tega menjadi seorang perebut laki orang. Hal ini diungkapkan oleh seorang psikolog klinis, Stephanie Newman PhD, dimana salah satu alasannya adalah karena tantangan yang dirasa wanita tersebut.

Ya, seorang wanita merasa bahwa dengan menjadi perebut laki orang, dia akan lebih tertantang dalam menjalin hubungan asmara. Dengan kata lain, menjalin asmara dengan seorang Pria yang sudah memiliki pasangan akan menghadirkan sensasi sendiri.

“Ada juga wanita super kompetitif yang membutuhkan kompetensi. Berhubungan dengan suami orang meningkatkan rasa percaya dirinya. Semakin ‘panas’ saingannya, semakin dia merasa lebih superior dibanding sang istri,” jelas Newman dikutip dari Pshycology Today.

Sedangkan bagi Sri Juwita Kusumawardhani MPsi, ada juga motif lain yang mendasari perbuatan para pelakor, termasuk diantaranya kehilangan kontrol terhadap diri sendiri tak tidak memahami norma yang ada.

“Istilahnya kayak nggak punya perasaan kan. Berarti empatinya itu nggak terlatih. Jadi dia nggak bisa menempatkan diri kalau saya atau ibu saya yang mengalami hal itu,” tutur Wita.

Wanita yang menjadi pelakor memang salah, namun mereka juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan dalam sebuah hubungan terlarang.

Pasalnya, suatu hubungan asmara tidak akan terjalin jika hanya satu pihak saja yang mencintai, dengan kata lain suami orang juga harusnya juga bisa menjaga perasaan dan tidak tergoda oleh wanita lain.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *