Wednesday, 28/10/2020 | 2:52 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Eksperimen Mengerikan Yang Sempat Buat Heboh Dunia

Ilmu Pengetahuan memang menjadi hal yang bagus untuk terus digali, tapi di satu sisi manusia sebagai makhluk sosial juga tidak bisa mengesampingkan kode etik dan masalah sosial lainnya.

Karenanya, eksperimen yang sekiranya membawa dampak buruk atau terdengar mengerikan sangat dilarang. Namun di masa lalu, ada banyak ilmuwan yang melakukan beragam eksperimen dengan ilmu pengetahuan.

Beberapa dianggap sebagai eksperimen yang mengerikan sampai membuat geger dunia. Berikut diantaranya eksperimen-eksperimen tersebut.

1. Anak babi campuran monyet

Untuk pertama kali dalam sejarah, Dua Ekor Babi terlahir dengan campuran DNA dari Monyet pada tahun 2019 kemarin di China. Eksperimen ini dilakukan oleh sebuah tim penelitian disana yang tidak disebutkan secara rinci.

Kedua anak babi tersebut terlahir dalam kondisi yang normal, hanya saja hidup mereka hanya bertahan selama seminggu saja sebelum kemudian punah. Penelitian ini mendapat kecaman dari komunitas ilmuwan karena menganggap pencampuran genetik telah melanggar kode etik.

2. Bayi hasil rekayasa genetik

Baru-baru ini, Rakyat China kembali dihebohkan dengan klaim seorang ilmuwan yang mengaku telah menciptakan bayi hasil rekayasa genetik pertama dalam sejarah. Pemerintah China langsung cepat bertindak untuk menginvestigasi penelitian tersebut.

Ialah Profesor He Jiankui yang mengaku telah mengubah DNA embiro sepasang bayi perempuan kembar bernama Lulu dan Nana, dengan maksud mencegah keduanya terkena HIV. Percobaan tersebut lantas membuatnya harus mendekam selama 3 tahun di penjara karena tuduhan Mal Praktik.

3. Operasi anjing berkepala dua

Pernah terbayang seekor anjing memiliki dua buah kepala? Dalam sejarah, belum ada anjing yang terlahir dengan dua kepala. Tapi Dr Vladimir Demikhov, Ilmuwan asal Rusia pernah mencobanya di tahun 1948 silam.

Saat itu Demikhove Demikhov memilih dua subjek yang berbeda, Shepard Jerman bernama Brodyaga dan seekor anjing kecil yang ia beri nama Shavka. Yang dia sebut sebagai ‘pencakokan’ kepala ini memang berhasil, tapi kedua anjing tersebut meninggal dunia empat hari berselang.

Ironisnya, Demikhov mengaku bahwa itu adalah eksperimen ke-24 yang dia lakukan untuk percobaan ini. Dengan kata lain, total ada 48 anjing yang telah meninggal karena eksperimen tersebut.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *