Sunday, 1/11/2020 | 12:39 UTC+7
Berita Otomotif Indonesia

Edan! Ada Artis Yang Ingin Populer Karena Settingan Prostitusi

Tak dipungkiri, kisah dan konflik settingan jadi salah satu resep jitu untuk meningkatkan popularitas seorang selebriti. Entah settingan tersebut lebih mengarah ke hal positif maupun negatif, tetap saja banyak Selebriti yang bersedia bahkan mengajukan diri untuk melakukan itu.

Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia, Nanda Persada bahkan membeberkan bahwa ada selebriti yang meminta dibuatkan settingan berbau prostitusi.

“Saya sampai kaget, sampai ada salah satu artis ngomong ke saya ‘Mas saya mau dong terkenal asal disetting. Setting apa kek mas, pacaran kek sama artis yang lebih top lagi dari saya”

“Atau gini aja, mas setting aja saya, bilang saya terlibat prostitusi, diduga terlibat prostitusi’. Saya sampe bengong!” ungkap Nanda kepada Detikcom.

Meski besar resiko adanya imej buruk yang menempel, artis tersebut tidak peduli, karena dia yakin pada akhirnya dia hanya berstatus sebagai saksi. Selain itu, kasus prostitusi menurutnya bakal meningkatkan popularitas lebih cepat dari kasus lainnya.

“Nggak apa-apa mas. Karena kalau image prostitusi rata-rata makin ngetop, makin terkenal. Dia bilang gitu!”

“Setelah itu, artisnya rata-rata paling jadi saksi, pernah ada kasus cuma jadi saksi, jadi korban abis itu makin terkenal,” ungkap Nanda seraya tertawa.

Belakangan ini memang ada banyak selebriti yang tiba-tiba saja tersangkut kasus prostitusi online, terbaru ada Vernitta Syabilla dan Hana Hanifah. Entah itu adalah settingan atau benar, yang jelas keduanya bebas karena hanya berstatus sebagai saksi.

Yang disesalkan Nanda adalah fakta bahwa brand-brand tertentu tidak memandang imej dari artis tersebut. Mereka menganggap popularitas dan viralnya seorang artis adalah segalanya demi mempromosikan produk lewat artis tersebut.

“Kalau sudah terkenal, mau ada pemberitaan buruk atau negatif itu berarti dia populer. Followers di media sosialnya naik. Yang menarik, brand produk sekarang (seperti) online shop, mereka tidak memperhatikan brand image yang baik.”

“Mereka memperhatikan traffic, followers. Ketika itu menjadi viral, orang banyak yang kepo lihat Instagram-nya. Followers-nya naik. Itu banyak produk online shop yang pasang iklan,” imbuhnya.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *